Morning Uduk Warnai Evaluasi Pendampingan Posdaya
Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB, mengadakan evaluasi kemajuan pendampingan guna menemukan permasalahan yang dihadapi oleh Posdaya, terhadap 20 orang mahasiswa yang telah diterjunkan ke masyarakat, (21/11), bertempat di selasar GWW, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Evaluasi dan monitoring ini dilakukan dalam suatu kegiatan “Morning Uduk” yang melibatkan ke dua puluh mahasiswa tersebut.
Sebelumnya, P2SDM IPB telah mengembangkan 7 Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) di Kota dan Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi. Masing-masing berada di Kota Bogor, yaitu di Kelurahan Pasir Mulya Kec. Bogor Barat dan Kelurahan Tegal Gundil Kec. Bogor Utara. Posdaya di Kabupaten Bogor berada di Desa Giri Mulya Kec. Cibungbulang dan Desa Benteng Kec. Ciampea. Tiga posdaya lainnya berada di Cianjur, yaitu Desa Galudra Kec. Cugenang dan Desa Sirnagalih Kec. Cilaku, serta posdaya di Desa Nagraksari Kec. Jampang Kulon Kab. Sukabumi.
Salah satu upaya mempercepat proses pelembagaan Posdaya para mahasiswa ini ditempatkan sebagai pendamping Posdaya. Mereka diterjunkan ke 7 Posdaya itu guna meningkatkan kualitas SDM keluarga-keluarga miskin yang ada di perkotaan maupun di pedesaan.
Posdaya merupakan wadah gotong royong di antara elemen masyarakat untuk memajukan daerah secara swadaya dan mandiri. Ada beberapa kelompok sasaran dalam pengembangan SDM ini, antara lain SMA (Kepala, Wakasek, guru mata pelajaran dan siswa), pelaku UKM sekitar kampus, mahasiswa (melalui beasiswa ++ bagi mahasiswa sarjana, dan bantuan penulisan tesis dan disertasi bagi mahasiswa pascasarjana, serta bantuan bagi masyarakat kurang mampu (melalui program Posdaya), dan bidang kesehatan.
Posdaya adalah forum komunikasi, silaturahmi, advokasi, penerangan dan pendidikan sekaligus wadah kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu, terutama pelayanan kesehatan, pendidikan dan kewirausahaan.
Kepala P2SDM Dr.Ir. Illah Sailah, MSc, usai kegiatan “Morning Uduk” menjelaskan, monitoring pendampingan posdaya oleh mahasiswa memiliki nilai positif, diantaranya dapat mengembangkan kepribadian dan sebagai ajang latihan dengan masyarakat.
“Mereka bisa mengetahui kondisi masyarakat yang sesungguhnya dengan terjun langsung di lapangan. Hal ini sangat baik sekali di saat para pemuda sudah luntur rasa cintanya terhadap masyarakat, maupun pertanian,” ujarnya. Dikatakannya pula, kegiatan ini juga dalam rangka mencari model pendampingan mahasiswa guna menjadi agen pembaharu. “Saya memiliki dreams, suatu saat nanti kegiatan ini menjadi unggulan IPB. Kalau KKN itu sudah biasa. Pendampingan Posdaya ini di luar KKN dan tidak ber-sks (satuan kredit semester-red). Disamping itu juga ada perusahaan yang membiayai dari sisi operasional,” ujarnya.
Lalu bagaimana pengalaman para mahasiswanya? Eko Susanto dari Departemen Ilmu Teknologi Pangan, Fateta, semester 7 menceritakan pengalamannya menjadi pendamping Posdaya Benteng Harapan, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. “Saya menjadi lebih berdaya, ternyata masyarakat itu rindu terhadap perubahan. Mereka membutuhkan orang yang bisa melepaskan jeratan-jeratan permasalahan dan rindu terhadap orang yang bisa menggali potensi mereka dan desanya,” ujarnya dengan semangat.
Menurut Eko, masyarakat itu tinggal disentuh, dan diarahkan saja. Jangan sesekali menganggap masyarakat itu bodoh. Masyarakat itu sangat majemuk dan unik maka cara pendekatannya secara personal satu persatu. Pada dasarnya masyarakat itu sudah tahu potensi yang mereka miliki, namun tidak ada orang yang menghubungkan potensi itu. ”Kami di sana hanya sebagai fasilitator saja. Kami hanya berkumpul satu sama lain kemudian mendengarkan permasalahannya, apa solusinya dan rencana ke depan yang pada akhirnya mereka sendiri yang memutuskan,”ujar Eko. (man)
