IN-COUNTRY TRAINING “AGROFORESTRY LANDSCAPE ANALYSIS” Departemen ARL

IN-COUNTRY TRAINING “AGROFORESTRY LANDSCAPE ANALYSIS” Departemen ARL

Berita

DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP MENYELENGGARAKAN IN-COUNTRY TRAINING “AGROFORESTRY LANDSCAPE ANALYSIS” BAGI PENDIDIK DAN PRAKTISI PENGELOLA SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DI INDONESIA

In-country training tentang Analisis Lanskap Agroforestri (Agroforestry Landscape Analysis) telah diselenggarakan oleh Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB bekerjasama dengan ICRAF- South East Asian Networks for Agroforestry Education (SEANAFE) – SIDA – INAFE di GG House Happy Valley, Gadog – Bogor pada 30 Oktober 2008 sampai dengan 2 November 2008 yang lalu. Training ini diikuti oleh 23 peserta undangan yang berasal dari 22 PTN/PTS Anggota Indonesia Network for Agroforestry Education (INAFE), masing-masing diwakili oleh 1 peserta yang ditunjuk oleh Dekan Fakultas dari masing-masing universitas anggota INAFE. 22 PTN/PTS tersebut, yaitu IPB-Bogor, UNIBRAW-Malang, UGM-Yogyakarta, STIPER-Yogyakarta, UNJEM-Jember, UNHAS-Makassar, UNLAM-Banjarmasin, UNILA-Lampung, IPM-Malang, UNRAM-Mataram, UNMUH-Malang, UNMUL-Samarinda, UNTAD, UNITRI Malang, UNUD-Denpasar, UNIPA-Manokwari, UPN-Surabaya, Univ. Wangsa Manggala Yogyakarta, UNPAD-Bandung, dan UNWIM-Sumedang. Dua universitas non-anggota INAFE yang diundang adalah UNTAN-Pontianak dan STIPER-Kutai Timur. Acara pelatihan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian IPB, yang diwakili oleh Dr. Aris Munandar sebagai wakil dekan.

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, ketua panitia penyelenggara in-country training yang juga sekaligus sebagai ketua tim peneliti Indonesia dalam kegiatan riset Analisis Lanskap Agroforestri yang mengambil kasus di DAS Mendalam, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menyampaikan bahwa penelitian tersebut merespon adanya degradasi lingkungan yang telah terjadi akibat ulah manusia dalam mengeksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan dan tidak terkontrol. Berbagai kondisi yang ada dan juga perubahan lingkungan global telah mengakibatkan berbagai bencana alam berupa kekeringan, bahaya banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, gunung meletus yang banyak menimbulkan kelaparan, menurunnya kesehatan manusia dan kemiskinan terutama di negara-negara berkembang. Salah satu usaha untuk mengatasi hal tersebut adalah mengelola lingkungan dan sumberdaya alam secara arif dan bijaksana. Untuk itu diperlukan suatu perencanaan dan manajemen lanskap yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dari aspek bio-fisik/ekologis, sosial-budaya, ekonomi hingga politik dan kebijakan.
 Lanskap agroforestri merupakan praktek agroforestri pada skala lanskap dapat mengakomodir suatu perencanaan wilayah dalam mendistribusikan ruang spatial dari hulu hingga hilir suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Peruntukan penggunaan lahan dilakukan terencana dan terkendali (segregasi atau integrasi) sesuai dengan kebutuhan  masyarakat yang dapat menjamin keseimbangan produksi, ekonomi dan ekologi. Hasil kajian dan analisis lanskap agroforestri dari penelitian di lima Negara ASEAN, yaitu Indonesia, Laos, Philippines, Thailand dan Vietnam yang dikordinasikan oleh SEANAFE – ICRAF – SIDA telah disusun sebagai silabus untuk subjek mata kuliah di perguruan tinggi. Dengan dikenalkannya “Analisis Lanskap Agroforestri” sebagai mata kuliah diharapkan kelak dapat membekali mahasiswa yang menekuni bidang agroforestri untuk bisa menerapkannya secara sinergi dalam mengelola lingkungan yang harmonis dan berkelanjutan.

Tujuan in-country training ini adalah: 1. Melakukan desiminasi hasil-hasil penelitian Lanskap Agroforestri pada skala nasional dan regional (studi kasus di Indonesia, Laos, Philippine, Thailand, dan Vietnam); 2. Meningkatkan kapasitas pendidik dan praktisi pengelola sumberdaya alam dan lingkungan dalam pengembangan agroforestri pada skala lanskap. Instruktur pelatihan terdiri dari Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (dari IPB, bidang Landscape Ecology & Management), Dr. Christine Wulandari (dari UNILA, bidang Forest Management), Ir. Qodarian Pramukanto, MS. (dari IPB, bidang Spatial Analysis& Landscape Planning), Kaswanto, SP, MSi. (dari IPB, bidang Water Resources and Landscape Management), dan Dr. Jessus Fernandez (dari ICRAF, bidang Community Development).Lima materi utama yaitu konsep pengembangan silabus dan mata kuliah Analisis Lanskap Agroforestri; Konsep, definisi/terminologi, ilmu-ilmu terkait dalam lanskap agroforestri; Karakterisasi lanskap agroforestri; Faktor-faktor pendorong dalam lanskap agroforetsri; Metoda dan tools dalam penelitian analisis lanskap agroforestry; Rencana pengelolaan lanskap agroforestry. Diskusi-diskusi kelompok yang dilakukan dalam membahas studi kasus di lima negara, sangat menarik bagi peserta pelatihan untuk memahami konsep-konsep, teori serta praktek lanskap agroforestri.

Hari ketiga training diisi kegiatan ekskursi di hulu DAS Ciliwung dengan obyek lapang agroforestri skala plot di desa Batu Layang, Kecamatan Cisarua, lanskap wisata pertanian kebun teh di Riung Gunung Puncak, hutan konservasi dan wisata alam di Telaga Warna, dan kasus fragmentasi lahan karena berkembangnya permukiman modern dan industri wisata di Cipanas. Dalam kegiatan ini peserta juga diajak bersama-sama untuk mendemonstrasi cara pengukuran biomass tumbuhan untuk mengukur jumlah Carbon. Pada hari terakhir, peserta dibagi ke dalam empat kelompok untuk menyusun silabus sekaligus garis besar program pengajaran (GBPP) mata kuliah Analisis Lanskap Agroforestri yang ditujukan untuk program S-1. Perencanaan mata kuliah yang didasari dari hasil penelitian di 5 negara, kemudian menerima masukan dari 22 universitas sebagai pengkayaan terhadap isi mata kuliah ini diharapkan akan dapat segera disosialisasikan baik di Indonesia sendiri maupun di empat Negara ASEAN lainnya yang juga telah dilakukan dengan cara yang sama. Buku ajar “Analisis Lanskap Agroforestri” diharapkan segera dapat diterbitkan dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa nasional negera setempat. ICRAF menjanjikan dana kegiatan untuk main-streaming di dua tempat bagi universitas peserta pelatihan yang berhasil mengajukan proposalnya dalam waktu dekat.

hsarifin_400
hsarifin2_400