FORCES EXPO 2008, IPB Jadi Juara Umum….
“Kompetisi Inovasi Agroteknologi”(Berkarya dan Berinovasi untuk Bangsa) ; “Seminar Ilmiah Nasional”(Menuju 50 Tahun IPB : Problem Pertanian Indonesia dan Peran Strategis IPB dalam Penyelesaiannya)
Dalam Rangka Dies Natalis IPB ke-45
Dalam Rangka Dies Natalis IPB yang ke-45, UKM FORCES (Forum for Scientific Studies) Institut Pertanian Bogor dengan bangga mempersembahkan suatu acara spesial yang dikemas dalam suatu rangkaian kegiatan yang dinamakan “FORCES EXPO 2008”. Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu yang lalu, tanggal 19 Oktober 2008 bertempat di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB. Kegiatan ini juga merupakan program kerja unggulan dari Departemen Riset dan Edukasi UKM FORCES yang baru pertama kali dilaksanakan oleh UKM FORCES dalam periode kepengurusannya. Acara ini berjalan dengan lancar atas kerja sama dari berbagai pihak diantaranya adalah Direktorat Kemahasiswaan IPB dan Panitia Dies Natalis IPB, serta sponsorship.
FORCES EXPO 2008 memiliki 4 rangkaian acara yaitu Open House 45, P3RI (Pelatihan Penulisan Proposal dan Report Ilmiah), dan rangkaian kegiatan terakhir yang merupakan acara puncak FORCES EXPO 2008 adalah Kompetisi Inovasi Agroteknologi dan Seminar Ilmiah Nasional. Kedua acara ini berlangsung bersamaan di dalam gedung Auditorium Andi Hakim Nasution dengan disertai expo produk-produk PKM unggulan IPB di Plataran Auditorium Andi Hakim Nasution.
Kegiatan ini berawal dari idealisme Direktur FORCES IPB Angkatan ke-5 (Hari Bowo’Kimia 42) beserta jajarannya, yang ingin membangkitkan kembali nuansa keilmiahan IPB melalui adanya lomba karya tulis inovasi khususnya dalam bidang agroteknologi, dan memberikan motivasi kepada seluruh generasi muda khususnya mahasiswa IPB untuk lebih mencintai pertanian melalui seminar ilmiah nasional. Targetan yang diharapkan dari FORCES EXPO sesuai dengan tema dari kegiatan ini yaitu “Explore Your Creativity to Create a Great Innovation”, sehingga dari acara ini diharapkan bagi para peserta lomba karya tulis dapat terus menggali potensi atau kreatifitasnya untuk menciptakan atau menemukan suatu inovasi yang sungguh luar biasa dalam bidang agroteknologi dalam rangka meningkatkan pertanian bangsa. Sedangkan bagi para peserta seminar diharapkan dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan pertanian di Indonesia dalam rangka menuju persaingan global, dengan melihat kondisi pertanian Indonesia saat ini dan tantangan yang akan dihadapi ke depannya.
Lima finalis “Kompetisi Inovasi Agroteknologi” yang telah mengalami penjurian dan disaring, terdiri atas tiga finalis dari Institut Pertanian Bogor, dua finalis dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Pajajaran Bandung. Kelima finalis tersebut mempresentasikan hasil karya tulisnya di hadapan juri dan semua peserta seminar. Selain itu para peserta karya tulis juga diwajibkan untuk mempresentasikan prototype hasil inovasinya di stand expo. Keempat juri dari kompetisi ini yaitu Ibu Mega Simanjuntak (Dosen IPB), Bapak Brury Wijaya (dari Garuda Food), Bapak Ir. Aji Hermawan (dari RAMP Indonesia), dan Ibu Agustin Wydia Gunawan (selaku juri PIMNAS). Hasil yang diperoleh dari keseluruhan penjurian adalah Juara I diperoleh oleh Institut Pertanian Bogor atas nama Astrisia Artanti, dkk. dengan judul karya tulis “Perspektif Pemanfaatan Limbah Cair Tahu dan Penggunaan Ubi Kayu dalam Pembuatan Plastik Biodegradable Ramah Lingkungan”, Juara II diperoleh oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta atas nama Dwi Andi Listiawan dengan judul karya tulis “Aplikasi Teknik Kultur Mikrospora Guna Produksi Galur Murni Melon Double Haploid Tahan Jamur Tepung Sebagai Produk Solutif yang Ramah Lingkungan”, dan Juara III diperoleh oleh Institut Pertanian Bogor atas nama Hestiana dengan judul karya tulis “Pengembangan Produk Es Puter Berbahan Dasar Pangan Indigenous Ubi Jalar Ungu dan Merah (Ipomea batatas L) Sebagai Camilan Kaya Antioksidan dan Karoten. Ketiga pemenang tersebut mendapatkan trophy dan hadiah jutaan rupiah, serta piala bergilir yang jatuh pada Institut Pertanian Bogor sebagai juara umum.
Dr. Ir. Iskandar Andi Nuhung (Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pertanian) di awal presentasinya pada sesi I “Seminar Ilmiah Nasional”, mengungkapkan bahwa penduduk yang besar, yang butuh pangan, perubahan iklim, perkembangan teknologi, pangan vs energi, pola hidup yang back to nature, stabilitas global yang tidak kondusif, liberalisasi perdagangan dalam rangka WTO dan juga AEC, “Menuntut Kebijakan Pembangunan Nasional “HARUS” Memperkuat Sektor Agribisnis dan Agroindustri”, jika bangsa ini tetap ingin eksis, maju dan bermartabat. Hal ini berarti bahwa sektor agribisnis dan agroindustri sangat penting bagi kemajuan pembangunan bangsa. Beberapa tahun yang akan datang setelah terjadi persaingan global, kemungkinan negara-negara maju dengan berbagai upayanya akan secara sistematis menguasai pasar produk pertanian, yang pada gilirannya akan menciptakan ketergantungan terutama pangan bagi negara-negara berkembang atau berdaulat seperti Indonesia. Di akhir presentasinya, beliau juga memaparkan mengenai tantangan-tantangan global pembangunan pertanian yang semakin beragam dan kompleks, beserta upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Salah satu di antaranya adalah ciptakan ‘Indonesian Agriculture Incorporated’, ungkap Pak Iskandar. Pada sesi I ini pembicara kedua dan ketiga, (Bapak Akhmadi Abbas) dari Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna LIPI Subang dan Bapak Desianto dari Perusahaan Agribisnis (Caron Pokpan) juga memaparkan kondisi pertanian Indonesia saat ini serta tantangan-tantangan yang akan dihadapi ke depannya dilihat dari sudut pandang research dan kewirausahaan. Yang menarik dari salah satu pernyataan yang dipaparkan kedua pembicara ini adalah menurut sudut pandang research, “inovasi sangat penting pada era globalisasi saat ini dan harus dikembangkan terus untuk meningkatkan pembangunan pertanian Indonesia yang berdaya saing, dan sebagai institusi yang bergerak dalam bidang pertanian, IPB pasti bisa menciptakan inovasi-inovasinya,”ungkap Bapak Akhmadi. Berikut pernyataan Bapak Akhmadi Abbas di akhir presentasinya. Untuk menciptakan pertanian Indonesia yang berdaya saing, antara lain dapat dilakukan dengan mengintegrasikan kemampuan seluruh komponen IPB dalam membangun pertanian yang berdaya siang mulai dari skala kecil, menengah sampai nasional ; Kembangkan terus budaya kreatif dan inovatif ; Melakukan penguatan bidang prioritas iptek yang sesuai dengan potensi nasional ; Melakukan penguatan daya dukung iptek serta meningkatkan kapasitas absorbsi iptek oleh masyarakat dan industri ; Membangun, mengembangkan dan memanfaatkan jejaring yang dapat mensejahterakan masyarakat petani. Sedangkan dari sudut pandang kewirausahaan, diperlukan suatu prioritas utama pertanian.
Pembicara-pembicara sesi II seminar ilmiah ini yaitu Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS. (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan), Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, MS. (Dosen Berprestasi Nasional 2006), dan Danang Ambar Prabowo (Mahasiswa Berprestasi Nasional 2007). Ketiga pembicara tersebut memaparkan mengenai kontribusi IPB bagi pembangunan pertanian Indonesia dalam rangka menuju 50 tahun IPB dilihat dari sudut pandang kebijakan Rektor IPB, dan civitas akademika IPB diantaranya adalah dosen dan mahasiswa.
Peserta yang datang pada seminar ilmiah ini kurang lebih 200 orang yang terdiri atas mahasiswa IPB dan luar IPB, baik S1 maupun S2. Sedangkan para peserta lomba karya tulis berasal dari berbagai universitas di Indonesia. Harapan kami, acara ini dapat dilaksanakan kembali tahun depan, dan menjadikannya sebagai salah satu event keilmiahan terbesar di IPB.(*wes)
