Jerman Siap Bantu Pengelolaan Pelabuhan Indonesia
Pemerintah Republik Federal Jerman berkomitmen membantu Indonesia untuk meningkatkan mutu pengelolaan pelabuhan di Indonesia melalui sejumlah pelatihan kepada para pemangku kepentingan dunia pelabuhan di Indonesia selama tiga tahun ke depan (2008-2010).
Dalam kaitan itu, pemerintah Jerman melalui InWent Capacity Building International menggandeng Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) guna tujuan dimaksud.
"Kita sudah bekerjasama dengan Jerman sejak tahun 2000, dan semula ilmu yang menjadi fokus di bidang manajemen (kawasan) pesisir, dan kemudian dikembangkan menjadi keilmuan yang multi-sektor, termasuk pembangunan dunia kepelabuhan ini," kata Kepala PKSPL-IPB, Prof Dr Ir.Tridoyo Kusumastanto, MS di Bogor, Jumat sore (17/10).
Di sela-sela penutupan tahap pertama pelatihan bidang kepelabuhan yang diikuti peserta dari berbagai kalangan di antaranya, Dephub, Dinas Perhubungan (Dishub), Bappeda Provinsi/Kabupaten/Kota, PT Pelindo I,II, III, dan IV, pelabuhan swasta dan pelabuhan lokal, perguruan tinggi, dan kalangan swasta/industri pendukung kepelabuhan Prof. Tridoyo, ia mengemukakan bahwa apa yang dilakukan melalui kerjasama itu, adalah baru awal untuk sebuah cita-cita mulia meningkatkan mutu pengelolaan pelabuhan di Tanah Air.
Menjawab pertanyaan mengenai bagaimana perbandingan pengelolaan pelabuhan di Indonesia dengan kawasan Eropa, termasuk Jerman, guru besar IPB itu menyatakan bahwa semestinya tidak diperbandingkan dengan kawasan Eropa, karena di tingkat Asia Tenggara saja, kondisi pelabuhan di Indonesia masih kalah jauh kualitasnya.
"Tidak usah jauh-jauh (diperbandingkan dengan Eropa), dengan pelabuhan di Asia, seperti dengan Singapura dan Malaysia, kita masih ketinggalan, sehingga Indonesia memerlukan percepatan dari adopsi berbagai standar internasional, termasuk dari Organisasi Maritim Internasional (IMO)," katanya.
Dikemukakannya bahwa percepatan agar sumber daya manusia (SDM) kepelabuhan di Indonesia bisa punya standar internasional, perbaikan tidak hanya menyangkut pelabuhannya, melainkan juga dengan kru-nya, dan pengelolanya.
Berangkat dari kondisi tersebut, menurut Prof. Tridoyo pihak Inwent –khususnya otoritas Pelabuhan Bremen, Jerman–dan PKSLPL-IPB, kemudian sampai pada tahapan kerjasama untuk mengembangkan pelatihan di bidang pelabuhan (port) dan pengangkutan laut (shipping).
Untuk itu, dilakukan pelatihan dalam tiga modul (Modul 3 Batch 1), yakni pertama untuk pengambil kebijakan, kedua untuk para manajer yang dilatih langsung di Bremen, sehingga punya pengalaman sendiri guna membandingkan pertumbuhan berbagai pelabuhan dengan standar internasional, dan ketiga, yang terkait dengan operasional yang diharapkan menjadi supervisor dalam mengembangkan pelabuhan.
Sebenarnya, kata Prof. Tridoyo kerjasama tidak hanya pada tingkat pelatihan tersebut, namun juga sudah dirancang berbagai pelatihan tambahan, seperti untuk kapten kapal, nahkoda dan lainnya, supaya Indonesia memiliki SDM yang handal di bidang transportasi laut dan pelabuhan.
"Ke depan, kita (IPB) sudah ada kerjasama dengan universitas di Bremen untuk mengembangkan dual degree program untuk pelabuhan, pengangkutan laut dan logistik. Nota kesepahaman (MoU)-nya sudah ditandatangani IPB dan universitas di Bremen, dan itu menjadi rintisan kita untuk membuka program itu," kata tandas Prof. Tridoyo.
Sementara itu, Kepala Humas PKSLPL-IPB, Rahmi Purnomowati menambahkan pelaksanaan pelatihan dibagi dalam tiga tahap, yakni untuk tahap pertama (6-18 Oktober), tahap kedua berupa "transfer project" (19 Oktober-30 November) dan tahap ketiga (1-6 Desember) 2008.
Dijelaskannya, pelatihan yang diselenggarakan saat ini akan diimplemetasikan oleh masing-masing peserta di tempat mereka bekerja di daerahnya. Setelah itu, mereka akan kembali lagi ke IPB dengan membawa hasil implementasi ilmunya itu.
"Kami berharap kerjasama yang baik di antara seluruh pemangku-kepentingan kepelabuhan ini akan mempercepat tercapainya kemajuan dalam pembangunan sumberdaya manusia pelabuhan Indonesia," katanya. (kpl/ANTARA/rif/man)
