HIMAKOVA dalam Rangkaian Kegiatan Menuju Deklarasi IPB sebagai Kampus Konservasi
Kampus IPB dengan julukannya “Green Kampus” perlu menjadi sorotan, dimana lingkungannya yang asri menjadi potensi utama dalam pengembangan kegiatan akademik, non-akademik dan juga sebagai salah satu kawasan konservasi alam. Memasuki wilayahnya mulai dari pintu gerbang utama mengesankan suasana yang asri, segar, banyak pepohonan dan jalan-jalan aspal yang bebas macet, tidak seperti suasana kota Bogor pada umumnya. Luas lahannya kurang lebih 250 hektar menyimpan berbagai potensi, seperti ruang tata hijau (tegakan sengon, tegakan jati, tegakan bambu, arboretum lanskap, arboretum fahutan), tata air (Danau LSI, kolam ikan FPIK) dan berbagai bentuk habitat lainnya.
Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA) selaku wadah keprofesian mahasiswa yang bergerak dibidang konservasi lingkungan, terdorong untuk ikut serta mewujudkan IPB sebagai Kampus Konservasi. Temanya adalah “Konservasi Keanekaragaman Hayati Kampus IPB sebagai Upaya Mewujudkan Science Center Berwawasan Lingkungan”. Diawali dengan kegiatan pengumpulan data berbagai keanekaragaman hayati kampus, seperti burung, mamalia, herpetofauna dan sebagainya. Menimbulkan ide untuk lebih melestarikan keanekaragaman hayati kampus tersebut menuju deklarasi IPB sebagai kampus konservasi. Pada Minggu pagi, 26 Oktober 2008 pukul 10.00 WIB, bertempat di Danau LSI IPB, dilakukan kegiatan penebaran 600 ekor benih ikan. Kegiatan ini diresmikan langsung oleh Ketua PPLH IPB, Prof. Ir. Dedi Sudarma, DEA, didampingi oleh Direktur Hubungan Internasional IPB, Dr. Ir. Rinekso Soekmadi, M.Sc. F, Dosen Departemen KSHE, Pembina HIMAKOVA beserta perwakilan dari berbagai kelembagaan mahasiswa IPB. Menyusul dilakukannya pemasangan papan-papan interpretasi fauna kampus dibeberapa titik lokasi di kampus.
Lebih lanjut Pak Dedi Sudarma mengungkapkan antusiasnya terhadap ide dan semangat HIMAKOVA. Dalam sambutannya beliau juga menyatakan bahwa kampus IPB memiliki daya tarik spesifik dari sektor pertaniannya, sehingga berpotensi dalam pengembangan kegiatan agrowisata. Daya tarik tersebut mulai dari jenis tanaman pertanian dan perkebunan, kegiatan budidaya, hingga pemasaran produk pertanian yang lebih intensif dilingkar kampus, bukan hanya di luar kampus.
Untuk kedepannya kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan berbagai civitas akademika IPB, terutama lembaga-lembaga mahasiswa dari berbagai fakultas di IPB untuk membuat jejaring networking dalam perwujudan IPB sebagai kampus konservasi. Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur HI IPB, Dr. Ir. Rinekso Soekmadi, M.Sc. F. Hal ini dikarenakan perlu adanya kerjasama dari berbagai bidang dan mandat keilmuan yang berkolaborasi menjadi satu, misalnya saja dibutuhkan kreasi mahasiswa-mahasiswa Arsitektur Lanskap dalam penataan ruang tata hijau kampus, inventarisasi flora fauna kampus oleh mahasiswa-mahasiswa Kehutanan, pengembangan dan pemeliharaan tanaman-tanaman pertanian dan perkebunan oleh mahasiswa-mahasiswa Fakultas Pertanian serta banyak lagi bentuk-bentuk kerjasama yang dapat dikembangkan.
Kegiatan penyelamatan lingkungan tidak hanya dapat dilakukan ditingkat global saja, kita dapat memulainya dari kampus kita sendiri. Tindakan nyata perlu dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa IPB sendiri, yang selanjutnya dapat menjadi motivasi bagi kampus-kampus lainnya di Indonesia. (Muthe)
Pak Dedi Sudarma (11 dari kanan) didampingi Direktur HI IPB, staf pengajar, pembina dan anggota HIMAKOVA
(photo by : Bobi Riharno)
