WORKSHOP BEDAH GINEKOLOGI UNTUK DOKTER SPESIALIS BEDAH MANUSIA

WORKSHOP BEDAH GINEKOLOGI UNTUK DOKTER SPESIALIS BEDAH MANUSIA

Berita

BAGIAN BEDAH DAN RADIOLOGI FKH IPB FASILITASI WORKSHOP BEDAH GINEKOLOGI UNTUK DOKTER SPESIALIS BEDAH MANUSIA

Bagian Bedah dan Radiologi FKH IPB dan Bagian Ginekologi dan Onkologi FK UI bekerjasama dalam melaksanakan workshop bedah ginekologi bagi dokter spesialis ginekologi dan obstetri manusia. Kegiatan  ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Konferensi Nasional Bedah Ginekologi ke 4 yang diselenggarakan oleh Bagian Ginekologi dan Onkologi FK UI. Konferensi yang telah menjadi agenda tahunan bagi dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) ini, sebelumnya didahului dengan serangkaian kegiatan seminar dan praktek penggunaan alat di Jakarta. Panitia kemudian menunjuk  Bagian Bedah dan Radiologi FKH IPB sebagai pelaksana kegiatan praktek pada hewan coba. Dalam workshop ini peserta mendapatkan penyegaran dalam bidang bedah dasar, deteksi dini kanker serviks, bedah ginekologi lanjut, laparoskopi  ginekologi, dan ultrasonografi ginekologi.

Pada kegiatan praktek di FKH IPB, sebanyak 84 orang dokter SpOG berlatih mengasah keterampilan bedahnya terutama dalam bidang bedah ginekologi. Sebagai media latihan digunakan hewan babi sebagai hewan coba. Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan  dengan kerjasama Bagian Bedah dan Radiologi FKH IPB demikian tutur Dr. drh. Hj. Gunanti, MS sebagai kordinator praktikum. Lebih lanjut Dr. Gunanti menambahkan bahwa, “Kerjasama ini sangat positif sekali, praktikan dalam kegiatan ini dapat berkosentrasi pada praktikumnya dengan hewan coba yang di persiapkan oleh FKH IPB. Dengan demikian, kesejahteraan dan etika dalam penggunaan hewan coba akan semakin terjamin karena di bawah pengawasan langsung oleh dokter hewan”.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah keterampilan para dokter bedah ginekologi agar dapat melakukan terapi bedah pada organ dan bagian tubuh lainnya pada saat yang bersamaan dengan bedah ginekologi. Tidak sedikit kejadian dimana saat bedah ginekologi dilakukan, ditemukan juga kelainan-kelainan lain yang mengindikasikan penanganan bedah. Sebagai contoh pernah suatu ketika operasi cesar dilakukan sementara pada saat yang bersamaan ditemukan adanya benda asing pada usus yang memerlukan penanganan bedah. Dengan demikian diharapkan dokter yang melakukan bedah ginekologi juga dapat langsung melakukan bedah pada bagian lain tanpa menunggu dokter spesialis bedah lainnya.

Pada kesempatan ini peserta juga berlatih menggunakan laparoskopi dalam tindakan bedah ginekologi. Teknik laparoskopi ini merupakan salah satu teknik mutakhir dalam teknik bedah. Dengan teknik ini, terapi bedah dapat dilakukan dengan meninggalkan luka sayatan yang kecil (±2cm) pada tubuh pasien karena bedah dilakukan dengan memasukan kamera dan perangkat bedah lainnya kedalam perut pasien. Pelaksanaan bedah kemudian dilakukan dengan melihat pergerakan perangkat bedah melalui monitor yang tersedia. Teknik ini jelas memberikan hasil yang lebih memuaskan dibandingkan dengan teknik bedah konvensional yang membutuhkan sayatan pada perut sepanjang kurang lebih 10 cm. dengan teknik laparoskopi ini, persembuhan pasien akan semakin cepat dan mengurangi resiko terjadinya infeksi lanjut.

Untuk menjaga kesejahteraan dan etika dalam penggunaan hewan coba, 9 orang dokter hewan dari Bagian Bedah dan Radiologi FKH IPB bekerjasama  selama pelaksaan kegiatan praktikum. Hewan coba yang telah selesai digunakan juga dirawat selama beberapa hari di FKH IPB untuk melihat efek yang terjadi pasca operasi maupun untuk mempercepat proses persembuhan. Perawatan ini juga berfungsi sebagai parameter bagi kegiatan operasi yang dilakukan. Sekali lagi, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi langsung Bagian Bedah dan Radiologi FKH IPB dalam memajukan dunia medis kedokteran di Indonesia. (RS)

fkh1 
Gambar 1. Pembiusan dan persiapan babi sebelum operasi

fkh2 
Gambar 2. Foto bersama peserta dan instruktur

fkh3_400 
Gambar 3. Suasana praktikum dengan menggunakan babi sebagai hewan coba