FKH IPB Gelar Konferensi Internasional Kedokteran Hewan
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB kerjasama dengan Indonesian Veterinary
Medical Association (IVMA) menggelar ajang bertaraf internasional yakni the 3th
Meeting on the Asian Zoo/Wildlife Medicine and Conservation (AZWMC) 2008 dan
the 10th National Veterinary Scientific Conference (KIVNAS) of
Indonesian Veterinary Medical Association 2008 di IPB Internasional Convention
Center (IICC) (19-21/8). Dengan mengusung tema Unity in Biodiversity,
AZWMC merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama yang digelar di Thailand
(2006) dan Taiwan (2007), sedangkan KIVNAS merupakan event konferensi peneliti
veteriner nasional yang digelar secara regular oleh IVMA.
Dari dua pertemuan sebelumnya,
telah ditentukan bahwa ke depannya pertemuan ini akan digelar setiap dua tahun
di negara-negara yang termasuk dalam Kawasan Asia Tenggara termasuk Thailand,
Indonesia dan Malaysia dengan mengusung tema yang sesuai dengan permasalahan
yang dihadapi oleh tiap-tiap negara tersebut.
“Acara ini terselenggara berkat
kerjasama antara beberapa pihak dengan latar belakang yang berbeda, yakni
peneliti, pengusaha, dan praktisi dalam bidang kedokteran hewan, biologi,
ekologi, pathologi, epidemiologi, primatologi dan lainnya,” ujar Ketua Panitia
Dr. drh. M. Agil, M.Sc. Agr.
“Dengan diikuti lebih dari 500
peserta dari berbagai negara yakni USA, Jepang, Taiwan, Korea Selatan,
Thailand, Malaysia, Philipina, Australia, Belanda dan juga Indonesia, ajang seperti
ini akan menjadi kesempatan yang sangat bagus untuk bertukar pengalaman,”
tambahnya.
Di dalam situasi Negara kita yang
penuh gejolak permasalahan dan konflik, kehadiran para peserta yang sebagian
besar adalah para dokter hewan dari berbagai wilayah di Indonesia dan juga dari
luar negeri menunjukkan bahwa, suatu forum ilmiah sebagai ajang berkumpulnya
para intelektual terkait bidang veteriner diperlukan dan tinggi manfaatnya
untuk mencari berbagai informasi serta solusi dalam permasalahan nasional dan
internasional serta utamanya saling mengingatkan akan adanya berbagai
rambu-rambu moral yang mengikat profesi kedokteran dalam mewujudkan kesehatan
bagi manusia, hewan dan lingkungan,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan
Indonesia (PDHI), Drh. Wiwiek Bagja, saat memberikan sambutannya.
Sementara itu Dekan FKH IPB, Dr.
drh (vet) I Wayan Teguh Wibawan, MS mengatakan sebagai salah satu fakultas
kedokteran hewan di Indonesia, adalah tanggung jawab kita untuk mengambil
langkah yang nyata dalam meningkatkan profesionalitas lulusan kedokteran hewan.
Kedokteran hewan menjadi lebih penting seiring banyaknya penularan dari
penyakit hewan, permintaan kualitas keamanan pangan, profesionalisme dalam
perlindungan satwa liar dan konservasi ilmu kedokteran.
Senada dengan Drh. Wiwiek, Rektor
IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc mengatakan, sebagai universitas pertanian
terbesar di Indonesia, IPB selalu dan akan tetap terlibat dalam berbagai isu
pertanian, terutama dalam mendukung dan menghasilkan inovasi-inovasi untuk
memajukan pertanian Indonesia.
Hadir juga mewakili Menteri
Kehutanan, Dr. Ir. Ahmad Fauzi Mas’ud, M.Sc. SAM, Staf Ahli Menteri Kehutanan
Bidang Penanganan Perkara Kehutanan.
“Seperti kita tahu, bahwa
populasi di Indonesia
bertambah dari tahun ke tahun, kondisi
ini berimplikasi pada tingginya permintaan akan pangan (kuantitas dan
kualitas). Tidak beruntungnya, kita tetap tidak bisa memenuhi permintaan akan
pangan ini disebabkan tidak didukungnya faktor-faktor yang terlibat dalam
beberapa produk pertanian seperti konversi lahan dan pemupukan, kekurangan
infrastruktur, kekurangan modal untuk petani, konflik lokal dalam pemerintahan
daerah, kekurangan teknologi dan lain sebagainya. Dalam situasi ini, IPB selalu
bertanya secara aktif dan melibatkan diri dalam berbagai kebijakan dengan
berbagai cara untuk memecahkan masalah pertanian nasional secara umum. Dalam
momen yang special ini, sekali lagi kami, IPB sangat konsen dalam isu-isu
kedokteran hewan disamping isu-isu kehutanan seperti konservasi hutan termasuk
didalamnya satwa liar,” ujar Rektor.(zul)
