Pentingnya Pangan Organik

Pentingnya Pangan Organik

Berita



Dialog Sore di RRI bersama Prof.Dr.Ir.Ahmad Sulaeman, MS (Departemen
Gizi Masyarkat IPB)

Pangan organik adalah pangan yang
dihasilkan dari sistem pertanian organic, yaitu Sistem pertanian yang
mengandalkan kepada ekosistem alam. Sistem ini mengurangi penggunaan input dari
luar, terutama bahan kimia. Misalnya dengan melakukan rotasi tanaman,
menggunakan limbah hewani atau hayati.

Begitu dipaparkan oleh Kepala
Bagian Manajemen Pangan dan Kesehatan Lingkungan Departemen Gizi Masyarakat,
Fakultas Ekologi Manusia IPB, dalam Dialog Sore di RRI bersama Prof.Dr.Ir.Ahmad
Sulaeman, MS. Tema yang ia bawakan sesuai dengan hari kebangkitan nasional
yaitu: “Bangkit Bangsaku dengan Pertanian Organik” (25/5) di RRI Bogor.

“Pertanian organik ini harus
memiliki tiga tujuan sustainable, yaitu tujuan ekologi, ekonomi dan sosial.
Tujuan Ekologi, yaitu harus bisa menjaga kelestarian lingkungan. Tujuan secara
ekonomi dimana pertanian ini harus menguntungkan petani. Karena petani tidak
boleh dimiskinkan. Apalagi petani itu menghasilkan pangan yang sehat dan aman.
Kita harus menghargainya. Tujuan sosial yaitu sistem ini terintegrasi mulai
dari manusia hingga dengan alam,” ujarnya.

Menurutnya, petani sekarang sudah
terpola dalam mengelola pertanianya. Yaitu sudah terbiasa menggunakan
bahan-bahan kimia. Mereka kerap mengesampingkan bahan-bahan alami. Untuk menuju
kepada sistem pertanian organik mereka enggan , karena  tidak mau menanggung resiko.

Ahmad mengatakan, ada beberapa
keuntungan dari sistem pertanian organik diantaranya adalah: sehat, aman, kaya
rasa, nilai gizi yang terkandung lebih banyak 50% dari panan non organik,
tanaman sehat, tanah subur, tidak perlu membeli bahan kimia yang hargannya
selangit, biaya produksi rendah, dan 
ekosistem terjaga dengan baik.

“Pertanian organic itu
mengemballikan tanah menjadi subur. Sudah saatnya secara pelan-pelan kita
beralih kepada pertanian organik. Jika kita terus menerus menggunakan bahan
kimia bukan hanya tanah yang rusak tapi juga air, dan ekosistem akan terganggu,
termasuk manusia di dalamnya” ujarnya.

Sementara itu beberapa kerugian
jika kita menggunakan sistem pertanian non organik diantaranya: tanah tidak
subur, ekosistem terganggu, bagi pengguna pangan non organic bisa mengakibatkan
perubahan genetik (menghilangkan sifat maskulin), gangguan kecerdasan, gangguan
seksual, kandungan residu dalam darah lebih banyak, dan lain sebagainya. (man)