Membangun “Rumah Tinggal” Untuk Inventor dan Inovator Mandiri

Membangun “Rumah Tinggal” Untuk Inventor dan Inovator Mandiri

Berita

Bill Gate adalah seorang inovator mandiri yang berhasil mengembangkan sistem operasi komputer dan menguasai industri software komputer dengan microsoftnya. Sosok yang lain adalah Jerome Lemelson seorang inventor mandiri yang berhasil mematenkan 600 temuannya.

Indonesia juga memiliki inventor dan inovator mandiri bahkan sudah ada yang mengkomersialkan temuannya. Disamping itu tingginya respon dari generasi muda terhadap berbagai lomba – lomba inovasi yang diselenggarakan oleh berbagai kalangan menunjukkan adanya kecenderungan yang positif terhadap upaya mendorong terciptanya berbagai inovasi.

Akan tetapi kecenderungan ini tidak diikuti oleh Ilmu dasar, pendanaan serta jaringan yang memadai belum lagi faktor eksternal yang signifikan mempengaruhi seperti terbatasnya sarana, prasarana, dan sumberdaya litbang yang dapat diakses inventor dan inovator mandiri, lingkungan bisnis dan ekonomi makro yang tidak mendukung, serta regulasi, kebijakan dan program pemerintah yang masih terbatas dan belum efektif. Di dalam kampung yang besar bernama negara, inventor dan inovator mandiri mirip rakyat terlantar yang harus berjuang hidup sendiri, tanpa kepedulian lingkungan sekitar ataupun pemerintah.   

Kurang lebih itulah hal yang terungkap dalam seminar "Direction and Policy for Supporting and Facilitating Street Inventor and Street Innovator" (28/5) bertempat di Ruang Sidang Senat, Gd. Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Kampus IPB Darmaga.  Seminar yang diselenggarakan oleh Recognition and Mentoring Program (RAMP) IPB ini menghadirkan pembicara Dr. Ir. Krisnani Setyowati dan Dodi Garinto dengan pembahas Dr. Ir. Utama H. Padmadinata.

Pada seminar ini dihasilkan sejumlah rekomendasi strategi yang dapat mendukung dan memfasilitasi inventor dan inovator mandiri diantaranya:

 

  • 1) Meningkatkan kualitas inventor dan inovator mandiri melalui proses "talent scouting" dan fasilitasi kelanjutan komersialisasi invensi dan inovasi
  • 2) Memperkuat sentra HKI terpilih dan lembaga intermediasi terkait dalam melaksanakan fungsi – fungsi fasilitasi
  • 3) Mendorong Lemlitbang/Perguruan Tinggi untuk meningkatkan komunikasi kompetensi utamanya dan membuka akses penggunaan fasilitas Litbang
  • 4) Menerapkan skema modal ventura yang bisa membiayai dari tahap awal, tidak saja masuk/mendanai pada tahap komersial
  • 5) Mengefektifkan pusat inovasi UMKM untuk menjadi koordinator para pelaku manajemen invensi/inovasi.
  • 6) Merevitalisasi dan membiayai Asosiasi Inventor Indonesia
  • 7) Mengefektifkan program dan kegiatan departemen dan institusi pemerintah yang relevan
  • 8) Meningkatkan pemanfaatan dana CSR dalam mendukung pembiayaan dan teknis invensi/inovasi
  • 9) Menciptakan iklim yang kondusif (keberpihakan) untuk pelaksanaan manajemen invensi/inovasi yang efektif.

Seminar ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr. Ir. H. Arif Imam Suroso, M.Sc. dan Direktur RAMP IPB, Dr. Ir. Aji Hermawan, M.Sc. (My)