DISKUSI Departemen ESL IPB di Harian Umum Sinar Harapan

DISKUSI Departemen ESL IPB di Harian Umum Sinar Harapan

Berita



Tanggal 25 Mei 2010 Departemen Ekonomi Sumberdaya dan
Lingkungan mengadakan diskusi dengan bekerjasama dengan Harian Sore Sinar
Harapan di Jakarta. Tema diskusi yang diangkat adalah “ALTERNATIF PEMBANGUNAN PERTANIAN YANG BERKELANJUTAN” . Diskusi ini
menampilkan pembicara Prof. Dr. Bustanul Arifin (Guru Besar Universitas
Lampung), Dr. Ir. Aceng Hidayat (Kepala Departemen Ekonomi Sumberdaya dan
Lingkungan IPB), Dr. Dwi Andreas Santosa (Dosen Jurusan Ilmu Tanah dan
Sumberdaya Lahan IPB), Prof. Irsal Las (Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya
Lahan Deptan). Diskusi ini dipandu langsung oleh Daud Sinjal, Pemimpin Umum Sinar
Harapan.

 

Dr.
Dwi Andreas Santosa yang menampilkan materi berjudul “Mengembankan Sistem
Pertanian Yang Adaptif terhadap Ancaman Perubahan Iklim”. Diawal paparannya Dr.
Andrean menampilkan empat dimensi pangan yakni ketersediaan, akses, stabilitas,
dan penggunaan.  Menurutnya perubahan
iklim global otomatis akan berpengaruh signifikan terhadap penyediaan pangan di
dunia karena pentingnya posisi pangan dilihat dari empat dimensi di atas.  Selanjutnya Ia menggambarkan bagaimana
pengaruh perubahan iklim terhadap sektor pertanian, diantaranya penurunan
lengas tanah; meningkatnya hama dan penyakit, peningkatan CO2 atmosfer, peningkatan
suhu meningkatkan harga pangan (dalam kisaran sedang).

Dengan pelbagai dampak itu, maka Dr
Andreas mengusulkan penting strategi adaptasi dan perubahan paradigm dari
ketahanan pangan jadi kedaulatan pangan. Menurut Dr. Aceng Hidayat salah salah
satu alternative pengembangan pertanian yang akan dilakukan adalah Model
Agro-Ekoogi. Apa itu AGRO EKOLOGI? Agro-ekologi adalah: (1) Pertanian yang
menerapkan konsep dan prinsip ekologi dalam merencanakan, merancang dan mengelola
keberlanjutan, keragaman hayati dan ekosistem pertanian.

(2)Pertanian yang mengembangkan
agroekosistem dengan ketergantungan minimal atas input eksternal. (3)Pertanian
yang mengoptimalkan interaksi dan sinergi diantara komponen biologi sehingga
tercipta mekanisme alamiah bagi sistem kesuburan tanah, produktifitas dan
perlindungan tanaman. (4)Pertanian yang mengembangkan sinergi dan interaksi
yang harmoni dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat petani. (*/ESL)