MAKSI Dan SEAFAST Center IPB Gelar Seminar Tahunan
Suatu langkah konkrit dalam mengimplementasikan cita-cita untuk menjadikan kelapa sawit sebagai produk pertanian unggulan nasional kita dilakukan oleh Masyarakat Perkelapa-Sawitan Indonesia (MAKSI). Langkah tersebut terungkap saat berlangsung Seminar tahunan yang digelar atas kerjasama dengan Southeast Asian Food Science & Technology (SEAFAST) Center, bertempat di IPB International Convention Center (IICC) (31/1).
Seminar dibuka langsung oleh Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. Rektor menilai, tema yang dipilih yakni "Penelitian Dan Pengembangan Untuk Mendukung Agribisnis Kelapa Sawit Nasional" sangatlah tepat. Menurut Rektor dalam dunia persaingan yang akan semakin ketat; jelas peranan penelitian dan pengembangan akan semakin siginifcan dalam mendukung terciptanya daya saing agribisnis kelapa sawit nasional.
"Khusus di bidang kelapa sawit; peranan penelitian dan pengembangan ini akan menjadi lebih penting lagi peranannya. Hal ini disebabkan karena kelapa sawit merupakan komoditi pertanian yang diperebutkan; baik untuk keperluan pangan, industri kimia maupun energi. Disamping itu, tantangan pengelolaan industri kelapa sawit dengan memperhatikan kaidah ramah lingkungan juga akan semakin menonjol. Karena itulah maka sudah selayaknya kegiatan penelitian dan pengembangan ini dijadikan ujung tombak bagi peningkatan daya saing industri kelapa sawit Indonesia," papar Rektor dalam sambutannya.
Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan penelitian dan pengembangan yang tertata dengan baik sesungguhnya akan mampu memunculkan peluang pengembangan agribisnis kelapa sawit. Peluang memang bisa datang dari lingkungan luar. Namun, sebagai produsen sawit terbesar di dunia semestinya Indonesia bisa lebih banyak mendisain dan menciptakan peluang-peluang pengembangan; bukan mengharapkan munculnya peluang secara eksternal. Hal ini dapat diwujudkan melalui penelitian dan pengembangan.
Senada juga dengan Ketua Umum MAKSI yang juga Kepala Seafast Center IPB, Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, bahwa dengan adanya seminar ini diharapkan tercapai sasaran terciptanya Mapping the Strenght dan technology roadmap yang dapat dijadikan suatu langkah dalam menyusun agenda riset penguatan industri kelapa sawit nasional. "Selain itu, Indonesia perlu mempunyai Country Investment Plant untuk membangun daya saing melalui penguatan industri sawit nasional, berbasiskan penelitian dan pengembangan" tambahnya.
Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan diantaranya: Sekjen Deptan Dr. Ir. Hasanuddin Ibrahim, sebagai keynote speech serta Deputi Menteri Riset dan Teknologi, bidang Sipteknas; Prof Tien R Muchtadi dan Kepala Badan Litbang Departemen Pertanian, Dr Ahmad Suryana masing-masing sebagai pembicara. (zul)
