Mahasiswa IPB Ikuti “The 6th PAS Youth Exchange Program “ Di Korea
Dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Afini Juwitasari (Fakultas Kehutanan) dan Jaka Saputra (Fakultas Peternakan) didampingi Direktur Kemahasiswaan IPB Dr Rimbawan mengikuti "The 6th Pacific Asia Society (PAS) Youth Exchange Program (PYEX Program)" selama delapan hari sejak tanggal 26/10 hingga 2/11 di Korea. Undangan ini merupakan timbal balik kesuksesan kemahasiswaan IPB dalam menjalankan program pertukaran pelajar dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam PAS Korea dari tahun 2004. Pada tahun 2007 ini program PAS Korea terpilih sebagai program terbaik.
Pacific Asia Society (PAS) adalah organisasi dari perwakilan berbagai perguruan tinggi yang ada di Korea. Organisasi yang berdiri tahun 1971 ini bersifat non pemerintah dan nirlaba. Dalam perkembangannya, organisasi ini telah melakukan berbagai macam kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran budaya antara bangsa-bangsa di Asia Pasifik dan Korea, demi membangun komunitas kebudayaan Asia di masa datang.
Dalam pidato penyambutannya di Chung-Ang University, The Acting President of PAS, Prof. Dr. Kim Chin Hong mengatakan, tahun 2007 ini merupakan tahun yang sangat penting bagi PAS, karena merupakan tahun yang ke-10 berdirinya PAS Youth. "Saat ini banyak sekali mahasiswa Korea yang tertarik untuk menjadi perwakilan PAS Youth dan ikut serta dalam pertukaran kebudayaan Asia Pasifik. Jika program ini dilanjutkan, maka diharapkan 10 tahun yang akan datang akan muncul generasi-generasi baru yang akan berkiprah dalam pembangunan Asia Pasifik."
Secara khusus, Prof. Kim menyampaikan untuk Indonesia, Indonesia merupakan negara Asia yang sangat menarik kebudayaannya. Oleh karena itu, dia berharap agar lembaga swadaya masyarakat yang ada di Indonesia dapat lebih aktif lagi mengembangkan pertukaran pelajar ini.
Selama di Korea, mahasiswa IPB berkunjung ke World Cup Stadium di Cheonggycheon, yaitu stadion tempat berlangsungnya World Cup Korea dan Jepang tahun 2002. Mahasiswa IPB juga diajak mengunjungi War Memorial Center dan National Museum of Korea. Tempat ini berisi gambaran replika sejarah dan berkecamuknya perang Korea sehingga memisahkan dua rumpun disana. Selain itu, mereka juga mengunjungi Bulguk Temple di Sekgulam -tempat suci orang Korea atau semacam candi borubudur di Indonesia-, dan sebuah perusahaan besar multi nasional di Korea, Hyundai Motor Company.
Tempat-tempat lain yang juga dikunjungi diantaranya The Independence Hall, dan Cheng Wa Dae ( tempat kediaman presiden /presidential house), dan Broadcasting Studio (KBS/stasiun televisinya Korea). (ditmawa/ris)
