Japas dan Rampak Suling Meriahkan Dies Natalis IPB ke-44
Ribuan warga Institut Pertanian Bogor (IPB) dan masyarakat lingkar kampus mengikuti Jalan Pagi Sehat (Japas) IPB dalam rangka Dies Natalis IPB ke-44, Minggu (2/9). Tepat pukul 07.15 WIB, para peserta dilepas oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., di ruas jalan yang memisahkan Gedung Fakultas Pertanian dan Gedung Graha Widya Wisuda (GWW).
Sejumlah pimpinan IPB tampak ikut serta pada Japas yang berjarak tempuh sekitar empat kilometer ini. Mereka itu diantaranya adalah Wakil Rektor I Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin, M.Agr., Wakil Rektor II Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., Wakil Rektor IV DR.Ir. Asep Saefuddin, Direktur SDM dan AU Dr. Moh. Yamin, M.Agr.M.Sc., Sekretaris Eksekutif Rektor Dr.Ir. Agus Purwito, M.Sc, serta sejumlah Dekan dan Dosen di lingkungan IPB.
Usai memasuki garis finish, para peserta yang beruntung mendapat aneka doorprize seperti kulkas, televise, DVD, serta hadiah hiburan lainnya. Grandprize berupa dua unit sepeda motor pun kian memeriahkan suasana pada hari itu.
Sebelumnya, para peserta Japas juga dihibur dengan penampilan Rampak Suling di dalam Gedung GWW. Karena pada saat bersamaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gentra Kaheman menggelar Pemecahan Rekor Muri Rampak Suling yang dikemas dalam Ki Sunda Midang ke-4 dengan melibatkan 752 peserta.
Para peserta berasal dari SDN Polisi 4 sebanyak 300 orang, SDN Sukadamai 3 sebanyak 200 orang, SD Budi Mulia 100 orang, dan 152 orang adalah mahasiswa IPB. Dalam irama sulingnya, mereka memainkan empat buah lagu daerah, seperti I'tirof dan Gambang Suling.
Rampak suling ini akhirnya tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), dan memecahkan rekor dengan kategori peniup suling terbanyak. Piagam MURI untuk kategori peniup suling terbanyak tersebut diserahkan langsung oleh Ketua MURI, Jaya Suprana pada Rektor IPB, disaksikan oleh Pembina UKM Gentra Kaheman Dr. Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc., dan Ketua Panitia Dies Natalis IPB ke-44, drh. Agus Lelana,SpMP.M.Si.
Usai pemecahan rekor, Jaya Suprana mengaku sangat terharu dengan pemecahan rekor MURI tersebut karena para peserta membawakan lagu-lagu daerah yang telah
dikenalnya. "Saya sudah berkeliling dunia untuk mendengarkan musik, tapi baru kali ini saya benar-benar terharu karena lagu yang dinyanyikan sangat menyentuh. Sehingga ini bukan hanya memecah rekor Indonesia, tapi juga rekor dunia" kata Jaya Suprana disambut tepuk tangan penonton dan peserta peniup suling.
Di tempat yang sama, Rektor IPB menyerahkan secara simbolis paket perbaikan gizi bagi masyarakat Desa Babakan yang diterima oleh salah seorang dokter Puskesmas Cangkurawok. Ketua Pokja PKGM-LPPM IPB, Dr. Clara M. Kusharto, M.Sc., selaku penanggung jawab kegiatan ini mengatakan, pemberian paket perbaikan gizi ini akan diikuti dengan penelitian oleh mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fema IPB. (nm/nUr)
