Dirgahayu Dies Natalis IPB Ke-44
Dirgahayu Institut Pertanian Bogor (IPB) Ke-44. Hari ini, 1 September 2007, IPB merayakan Dies Natalis ke-44. Sebuah Sidang Terbuka yang merupakan tradisi tahunan dimana Rektor IPB berkesempatan menyampaikan berbagai perkembangan yang terjadi di IPB pun digelar sebagai momen pembuka Dies Natalis IPB Ke-44. Sidang Terbuka juga menampilkan Orasi Ilmiah Direktur Utama Perum Bulog, Dr. Ir. Mustafa Abubakar dan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Dr. Ir. Joyo Winoto.
Acara yang dilangsungkan di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, (1/9/2007) ini dihadiri 1000 orang yang berasal dari Tokoh Masyarakat, Pejabat Nasional, Pejabat Daerah, Guru Besar IPB dan segenap civitas akademika IPB. Sidang Terbuka pada hari ini akan dirangkai dengan Dialog Perempuan, Politik dan Pertanian yang menghadirkan Ratu Hemas (istri Sri Sultan Hamengkubuwono X)
Kepala Kantor Prohumasi IPB yang juga Ketua Panitia Dies Natalis IPB Ke-44, Drh. R.P. Agus Lelana, SpMP, MSi menandaskan, `Dies IPB tahun ini mengusung tema PERTANIAN UNTUK KESEJAHTERAAN DAN DAYASAING BANGSA." Lebih lanjut dikatakannya, serangkaian acara pun disusun dalam momen Dies IPB ke-44 ini. Tercatat ada 44 kegiatan diantaranya: Upacara Wisuda Tahap I 2007/2008; Jalan Pagi Sehat; Rampak Seruling 600 Siswa Sekolah Dasar di Lingkungan Bogor; Pameran Pertanian Indonesia; Indonesian Food Expo 2007; Santunan Anak Yatim di 14 Desa Lingkar Kampus IPB; Temu Tani Nasional; Peluncuran Direktori Agrotekno IPB Berbasis Paten Siap Penetrasi Paten; serta berbagai acara lain seperti seminar, workshop, pelatihan, maupun berbagai lomba.
"Selain untuk mensosialisasikan peran dan capaian IPB maupun dalam mewujudkan pertanian dalam arti luas sebagai tulang punggung ekonomi nasional, kegiatan-kegiatan dalam rangkaian Dies juga dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi, mempertemukan antara das-sains dan das-sollen, serta menjadi ajang untuk mematangkan kebijakan pemerintah, sehingga keberadaan IPB sebagai PT-BHMN dengan segala out-put dan out-come yang dihasilkan senantiasa di hati masyarakat luas, " papar Agus.
Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik, MSc menyatakan, selama ini IPB ini telah banyak mengukir prestasi yang membanggakan, terutama dalam penyediaan sumberdaya manusia yang berkualitas khususnya pada bidang pertanian dalam arti yang seluas-luasnya. Prestasi tersebut harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui kerja keras, kerja cerdas dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Rektor menyampaikan apresiasi kepada segenap sivitas akademika, IPB baik dosen, tenaga penunjang, mahasiswa maupun para alumni atas dedikasi yang tinggi sehingga menjadikan IPB mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin hari semakin berat. "Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh sivitas akademika dan pegawai IPB yang telah bersatu padu dan telah memiliki pemahaman yang sama terhadap pentingnya perubahan dan pembaharuan. Kita semua telah dapat melalui masa-masa yang melelahkan, penuh perdebatan, menghabiskan energi dan fikiran untuk berbuat yang terbaik bagi IPB, " ungkap Rektor.
Rektor juga menyampaikan keyakinannya, bahwa jerih payah yang dilakukan segenap sivitas akademika IPB selama ini tidak akan sia-sia dan IPB saat ini telah berada dalam track yang benar. Sivitas Akademika IPB saat ini menjadi semakin dinamis, dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap institusi. "Mind set yang telah terbentuk dari sivitas akademika IPB terhadap pentingnya perubahan dan pembaharuan merupakan modal tak ternilai bagi pengembangan IPB ke depan. Dengan potensi yang kita miliki, terutama potensi sumberdaya manusia yang berkualitas, dan fasilitas akademik dan non akademik yang memadai, maka masa depan adalah milik kita bersama, " tandas Rektor.
Lebih lanjut dikatakannya, di usia yang ke-44 tahun, IPB sudah cukup dewasa untuk berkiprah lebih nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. IPB dituntut agar dapat mempersembahkan karya-karya, inovasi dan paradigma baru dalam rangka turut serta mengatasi berbagai masalah bangsa dan negara. Pada era globalisasi yang sedang kita lalui ini, IPB dituntut dapat berperan serta lebih aktif dalam meningkatkan dan mengembangkan daya saing bangsa."
"Tantangan-tantangan tersebut akan dapat kita jawab dan kita hadapi dengan baik jika IPB secara terus-menerus melakukan perubahan menuju peningkatan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk terwujudnya academic excellence, menuju tercapainya visi, misi dan tujuan IPB, " ungkap Rektor.
Rasa syukur pun patut dipanjatkan, bahwa di tengah santernya pemberitaan penurunan minat siswa pada dunia pertanian sebagaimana dikeluhkan berbagai perguruan tinggi, namun IPB malah mencatat prestasi gemilang. Pada tahun 2007 ini, peminat untuk masuk menjadi mahasiswa IPB meningkat signifikan. Peminat USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB) naik 12.6%, SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) meningkat 24.9%, peminat BUD (Beasiswa Utusan Daerah) meningkat 260%, peminat Program Diploma IPB meningkat 22.5% dan peminat Sekolah Pascasarjana meningkat 25.6%. Total mahasiswa baru program sarjana yang diterima di IPB pada tahun 2007 adalah sebanyak 3124 mahasiswa, meningkat sekitar 10%. Seperti tahun-tahun sebelumnya mahasiswa yang berasal dari USMI menduduki persentase terbesar, yaitu 2090 (67.0%), SPMB 706 (22.6%) dan BUD 325 (10.4%).
Tak lupa, Rektor menyatakan rasa bangganya atas prestasi yang berhasil diraih mahasiswa IPB, yakni Danang Ambar Prabowo, yang pada tahun ini telah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi Peringkat I Nasional. Demikian juga, setelah pada tahun 2006 yang lalu Dr. Ir. Sriani Sujiprihati terpilih sebagai Dosen Berprestasi Peringkat I Nasional, pada tahun 2007 ini, Prof. Dr. Ir. Budi Indra Setiawan terpilih sebagai Dosen Berprestasi Peringkat II Nasional dan kepada Dr. Munti Yuhana SPi, MSi pemenang dalam ajang L'Oreal Indonesia Fellowships For Women In Science UNESCO. (nUr)
