Waspada Serangan Virus West Nile Pada Burung
West Nile Virus (Virus Nil Barat) merupakan salah satu kelompok Flavivirus yang menyerang unggas, terutama unggas liar yang tidak di kandang tertutup. Penularan sesama burung dapat melalui kotoran, gigitan dan bangkai burung. Penularan antara sesama manusia melalui transplantasi organ, tranfusi darah dan air susu ibu.West Nile Virus bisa menyerang manusia, kuda, dan hewan mamalia lain. Penyakit west nile virus umumnya bisa ditularkan nyamuk Culex pipiens, Culex quinque dan Culex tarsalis. Beruntung, tiga jenis nyamuk tersebut tidak hidup Indonesia. West nile di Indonesia belum pernah dilaporkan dan diteliti, tetapi dengan tingginya mobilitas hewan dan manusia memungkinkan untuk terjadinya penularan penyakit ini. Terlebih lagi, nyamuk jenis Aedes mempunyai potensi menularkan penyakit West Nile Virus.
Penyakit ini menyebabkan gejala syaraf yang dapat berakibat fatal." Penyerangan West Nile Virus bisa dideteksi dari gejala-gejalanya antara lain: demam, seperti influensa, panas sedang hingga tinggi, sakit kepala, sakit kerongkongan, lelah, letih, arthralgia, myalgia, kudis, lymphadenopathy, dan meningitis akut atau encephalitis. Gejala lain penyakit seperti polio dan mengakibatkan kefatalan bagi orang yang berusia lebih dari 50 tahun," ungkap Prof. Ian Gardner dari School of Veterinary Medicine, Universitas California saat menjadi Dosen Tamu Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB) Jum'at (24/8) di Kampus IPB Darmaga.
West Nile Virus pertama kali diisolasi dari darah perempuan yang sedang demam tahun 1937 di Uganda. Tahun 1950 terjadi endemik West Nile Virus pertamakali di Israel. Penyakit yang disebabkan salah satu jenis flavivirus ini menyebar luas ke Afrika, Asia Barat dan Tengah, Eropa, Timur Tengah, Oceania dan Amerika Utara.
Ian Gardner membawakan kuliah bertajuk 'Surveillance Experiences With West Nile Virus in North America' dihadapan sekitar seratus dosen dan mahasiswa FKH IPB. Menurut informasi Ian, tahun 2007 ini telah terjadi kasus penularan penyakit West Nile Virus di 21 negara. "Penyakit ini belum ditemukan obatnya yang tepat. Satu-satunya cara adalah dengan pencegahan melalui vaksinasi khusus," jelas Ian. Upaya pencegahan lain bisa ditempuh dengan beberapa tips-tips yakni menghilangkan sumber air tergenang dan sarang nyamuk, penyemprotan nyamuk, menggunakan insektan berisi DEET, picaridin, atau minyak eucalyptus ketika keluar rumah dan membakar bangkai burung.
Menurut Ian, program survei penyakit zoonosis sangat penting dilakukan untuk memimalisasi penularan. Program survei ini terdiri dari test diagnosa yang ekstensif, aksi langsung (pendidikan lpada masyarakat oleh stakeholder, pengurangan populasi nyamuk dewasa), kontrol manusia dan penyakit hewan, serta keterlibatan semua komponen. (ris)
