7 Mahasiswa Pertanian Indonesia Mewakili Konggres Internasional IAAS

7 Mahasiswa Pertanian Indonesia Mewakili Konggres Internasional IAAS

Berita

Tujuh mahasiswa pertanian Indonesia yaitu Galih Nugroho, Ayupry Dipta Sari, Doddy Juli Irawan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Trisna Piliandy, Poetri Indri Astuti dari Universitas Brawijaya, Zutrawati Zakaria dari Universitas Haluoleo, dan Ario Arif Wibowo dari Universitas Padjadjaran berkesempatan mengikuti kongres dan seminar tingkat internasional yang digelar International Association of Student in Agricultural and Related Sciences (IAAS). Seminar yang mengangkat tema kualitas dan ketahanan pangan ini diselenggarakan pada tanggal 20 Juli sampai dengan 8 Agustus 2007 di Jerman dan Swiss.

Kegiatan world congres ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa perwakilan dari puluhan negara anggota IAAS. Ketujuh delegasi tersebut membawakan makalah dan poster hasil bimbingan dari masing-masing dosen mereka. Judul-judul makalah dan poster tersebut antara lain ; Food Security in Indonesia Based on The Local Resources bimbingan Dr. Ir. Dahrul Syah, MSc, An Examination of Antioxidant Capacity of Polar Extract, Nonpolar Extract, Protein and Nonprotein Fraction of Hyacinth Bean (Lablab purpureus (L.) sweet) Seeds bimbingan Ir. Arif Hartoyo, MSi, The Effect of Storage and Poultry Manure Dosage on Soil Nitrate and Amoonium, n-uptake, and Yield of Head Lettuce (lactuca sativa, l.) Grown on Typic Qalciaquolls bimbingan Dani Lukman Hakim, SP, dan Dietary Pattern of the Population in Different Type of Agroecologycal Areas of East Java – Indonesia as a Model in Supporting Food Security bimbingan Siti Narsito Wulan.


Selain diskusi seputar organisasi IAAS, peserta juga diperkaya workshop bersama dosen dari negara tuan rumah, kunjungan ke berbagai perusahaan terkemuka di bidang pertanian, research center,dan ladang pertanian. Keberangkatan seluruh peserta ini mendapatkan dukungan beasiswa penuh dari Departemen Pendidikan Nasional Bidang Program Kerjasama Luar Negeri dan berbagai pihak lainnya.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi negara, karena pada pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan kondisi petanian, kebudayaan dan tempat pariwisata yang menarik di Indonesia," tutur salah satu peserta dari IPB,Galih Nugroho. Disamping mensosialisasikan hasil penelitian universitasnya masing-masing di tingkat internasional.

Tindak lanjut kegiatan Internasional IAAS ini ketujuh mahasiswa tersebut akan melakukan seminar terbuka di masing-masing universitas. Kemudian bersama organisasi IAAS akan menyelenggarakan kompetisi penulisan ilmiah di bidang pertanian tingkat nasional, menginisiasi program pembinaan desa, dan melakukan promosi pertukaran pelajar. (ris)