Pengembangan SDM Wilayah Barat Indonesia oleh P2SDM LPPM IPB

Pengembangan SDM Wilayah Barat Indonesia oleh P2SDM LPPM IPB

Berita

P2SDM-LPPM IPB, bekerjasama dengan Yayasan Damandiri dan Yayasan INDRA serta para ketua LPPM di 10 (sepuluh) Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta (PTN/PTS) yaitu LPPM Unsri, Univ. Mercubuana Jakarta, Univ. Pancasila Jakarta, Univ. Tirtayasa Banten, Unila (Universitas Lampung), Unmuh Metro Lampung, Unihaz Bengkulu, Univ. Bangka Belitung, UNIB Pangkal Pinang, dan Unmun Makasar, telah dan sedang melaksanakan Program Pembangunan Sumberdaya Manusia (SDM) melalui pola kemitraan untuk wilayah Barat Indonesia. Pelaksanaan program tersebut sampai tahun 2006 telah menjangkau 7 (tujuh) propinsi serta melibatkan 29 pemerintahan Kabupaten/ Kota.

Peningkatan kualitas SDM yang dimotori oleh LPPM dari PTS/PTN ini telah melakukan pemberdayaan melalui pelatihan, magang, pembekalan serta dukungan untuk menggerakkan wirausaha sesuai dengan target binaan yang telah ditetapkan. Masing-maing PTN/PTS bekerjasama dengan pemerintahan Kabupaten/ Kota membina 2 SMA dengan mengirim masing-masing 10 kepala sekolah/ guru untuk magang, melatih 20 orang siswa untuk mengikuti latihan keterampilan dan membekali minimal 20 bidan. Selain itu 25-100 orang mahasiswa setiap PTN/PTS menerima dukungan SPP ditugasi membina usaha kecil yang ada sekitar kampus atau SMA.

Kerjasama tersebut akan menjadi sangat penting karena mulai tahun 2007 dengan adanya dukungan dari INSTAT (sebuah lembaga Statistik di Jakarta), substansi program akan diperluas dengan pembentukan POSDAYA, atau Pos Pemberdayaan Keluarga di sekitar SMA binaan. POSDAYA adalah suatu wadah untuk layanan pemberdayaan keluarga oleh satuan tugas (Satgas) kepada masyarakat dalam rangka menuju kesejahteraan (8 fungsi MDGs). Sasaran POSDAYA meliputi 5 fase kehidupan (Balita, Anak-anak, Remaja, Dewasa dan Lansia).

Tujuan pembentukan POSDAYA adalah (a) menggalakkan kembali kegotongroyongan masyarakat dalam memecahkan permasalahan kehidupan yang makin komplek, melalui wadah atau forum yang memberi kesempatan para keluarga untuk sejahtera, (b) Terpeliharanya infratrusktur sosial kemasyarakatan yang dapat menjadi perekat atau kohesi sosial, sehingga tercipta suatu kehidupan yang rukun dan damai, tetapi memiliki dinamika yang tinggi, (c) Terbentuknya lembaga sosial antar keluarga di desa atau kelurahan yang mejadi wadah atau sarana partisipasi sosial, dimana para keluarga dapat memberi dan menerima pembaharuan kondisi kehidupan melalui forum atau kegiatan bersama.

Untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bogor telah terbentuk POSDAYA di 2 (dua) Desa/ kelurahan yaitu Desa Girimulya Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor dan Kelurahan Pasirmulya Kecamatan Ciomas Kota Bogor. (***man)