Konferensi Sains Kelautan dan Perikanan Indonesia I, IPB Pertemukan Scientist dengan Pembuat Kebijakan

Konferensi Sains Kelautan dan Perikanan Indonesia I, IPB Pertemukan Scientist dengan Pembuat Kebijakan

Berita

Demi terciptanya format keterkaitan antara sains kelautan dan perikanan dalam kerangka pembangunan bahari di Indonesia, Masyarakat Sains Kelautan dan Perikanan Indonesia (MSKPI) menyelenggarakan Konferensi Sains Kelautan dan Perikanan Indonesia I di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Darmaga Bogor (16/7). Menurut Dr. Kadarwan Soewardi, Dekan FPIK IPB sekaligus Ketua MSKPI, hal ini akan terjadi bila kita dapat mempertemukan peneliti dan pembuat kebijakan.

"Maka dari itu, diselenggarakanlah konferensi yang bertajuk "Science Meets Policy": mencari format keterkaitan sains kelautan dan perikanan dengan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan nasional." papar Dr. Kadarwan di depan 200 lebih peserta. Selain itu, ditandaskannya, dengan adanya konferensi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan komunitas sains dalam rangka terciptanya peluang pengembangan sains perikanan dan kelautan yang dirasa belum menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, MSKPI mempunyai tanggung jawab moral untuk menjadi jemabtan bagi komunikasi antar cabang komunitas sains maupun dengan cabang pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil identifikasi sementara, pengembangan sains di bidang Kelautan dan Perikanan belum sepenuhnya mampu dioptimalkan dalam menjawab kebutuhan riil pembangunan Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Hal ini sering menjadi penyebab kegelisahan pemegang kebijakan di bidang Perikanan dan Kelautan, namun disadari pula bahwa keterkaitan antara penelitian dan kebijakan sudah berjalan melalui mekanisme budgeting, karena di Indonesia penganggaran riset dan pengembangan sains masih didominasi kebijakan pemerintah baik yang berada di departemen maupun di dewan riset.

"Jadi arah riset lebih ditentukan oleh budgeting daripada idealisme peneliti. Oleh karena itu visi penelitian dan pengembangan riset yang dibutuhkan dalam pembangunan Indonesia khususnya di Bidang Perikanan dan Kelautan harus disamakan dulu atau di kompromikan antara peneliti dan pembuat kebijakan". Tambahnya.

Maka dari itu, beberapa pakar dan para pemegang kebijakan di bidang Perikanan dan Kelautan didatangkan untuk mentrasfer wawasan dan juga agar terjadi titik temu antara peneliti dan pembuat kebijakan, seperti Dr. Arif Budi Witarto (LIPI), Dr. Sunoto (SDM DKP), Dr. Subhat Nurhakim (BRKP), Ir. Firmansyah, M.Sc (PT. CP Prima), Dr. Sumpeno Putro (BRKP-DKP), Dr. Ir. Indrajaya (staf pengajar di IPB yang juga staf Ahli Komisi IV DPR RI) dan Prof. Dr. Ir. Enang Haris (FPIK-IPB).

Sementara itu, sesi diskusi pun dirancang dengan topik yang sesuai untuk masing-masing kelompok seperti kelompok Teknologi Perikanan dan Kelautan, kelompok Budidaya Perairan, Kelompok Teknologi Hasil Perikanan, Kelompok Ekosistem dan Manajemen Sumberdaya Perairan I dan II. Selain itu, disempatkan juga untuk diselenggarakan Forum Dekan dengan topik Pembahasan Riset Unggulan dan MSKPI Awards.

Hampir sama dengan apa yang sudah disampaikan oleh Dr. Kadarwan, Ketua Panitia, Dr. Luky Adrianto menyatakan bahwa Forum Dekan Fakultas Perikanan se-Indonesia yang berlangsung pada malam harinya akan lebih diarahkan untuk menggagas suatu Science yang bersifat kerakyatan atau bisa kita sebut Science Kerakyatan. "Kita akan coba untuk menemukan terobosan baru yang tepat guna, maksudnya penelitian-penelitian yang dilakukan lebih diarahkan untuk masyarakat Indonesia bukan hanya untuk melayani keinginan semata namun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat." paparnya.

Sementara Wakil Rektor I IPB, Prof. Dr. M.A. Chozin, yang saat itu berkesempatan membuka konferensi menyatakan bahwa sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai potensi kekayaan yang sangat besar namun tidak akan menjadi optimal tanpa adanya dukungan IPTEK. (zul/man)