Tolak, Siaran TV tak ramah Anak dan Remaja

Tolak, Siaran TV tak ramah Anak dan Remaja

Berita

Tolak, siaran tv yang menayangkan program-program yang tidak ramah terhadap anak dan memiliki dampak negatifnya. Begitu kira-kira mewakili ungkapan perasaan orang tua yang tidak ingin anaknya memiliki moral jelek, akibat tontonan senonoh yang berdampak negatif terhadap perkembangan mereka.

Ungkapan di atas selaras dengan kegiatan yang digelar oleh Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) FEMA IPB, yaitu seminar “Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Membendung Siaran yang Merusak Perkembangan Anak,” (11/1), di ruang diskusi GMSK Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Departemen IKK, Dr.Ir. Hartoyo, M.Sc., pada dasarnya tujuan diadakan seminar ini dilatarbelakangi beberapa hal yaitu adanya peningkatan intensitas siaran yang tidak ramah anak, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya siaran yang tidak ramah anak, sosialisasi dan optimalisasi pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran, indentifikasi rancang aksi keluarga dan masyarakat untuk membendung siaran yang tidak ramah anak. “Dan yang terakhir adalah bagaimana menyusun strategi aksi yang diharapakn bisa berjalan di Bogor ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, hal tersebut searah dengan Departemen IKK di dalam mengembangkan ilmu dan teknologi bidang keluarga dan konsumen untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dengan fokus kepada aspek pengembangan kualitas anak dan pemberdayaan keluarga dan konsumen.

“Hal ini dianggap penting pada era reformasi, dimana keluarga tidak bisa terlepas dari pengaruh teknologi informasi yang memiliki dampak positif dan negatifnya,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Bagian IKK FEMA IPB, yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan, Euis Sunarti. “Begitu marak dan meningkatknya intensitas siaran yang tidak ramah anak, akan dapat berakibat pada perkembangnan anak sebagai karkter bangsa,” ujarnya.

Sementara itu pembahas “ Fakta dan Analisa Siaran Tidak Ramah Anak,” Boby Gunarto, dari Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), menjelaskan pentingnya Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) untuk diterapkan pada statsiun tv yang menayangkan program – program anak, remaja dan sebagainya.

“P3SPS adalah pandungan statsiun tv dalam meproduksi dan menyiarkan acaranya. Seandainya mereka mau mengikuti aturan tersebut, isinya tidak akan menjadi terlalu bebas seperti sekarang,” ujarnya.

Ia mengatakan, alasan statsiun tv tidak mau mengikuti P3SPS mungkin persoalan yang terjadi di dalam statsiun tv tersebut. Namun menurutnya, pada intinya mereka tidak mau diatur dan sudah terbiasa dengan kebebasan

“Sekarang ini bagaimana caranya agar statsiun tv dapat mengikuti P3SPS, sehingga perlindungan terhadap anak dan remaja lebih mencapai sasaran,” ujarnya.

Ia mengatakan, beberapa program televisi yang kurang baik untuk remaja dan anak diantaranya adalah “Akibat Pergaulan bebas, Ratu Malu, Buruan Cium Gue, Bunglon, dan sebagainnya. “ Program tv Bunglon, merupakan salah satu program tv tak ramah anak yang berhasil diblokir oleh masyarakat,” ujarnya. (man)