Tingkatkan Publikasi Ilmiah di Jurnal Bereputasi, Rektor IPB University Siap Gandakan Alokasi Dana Riset
Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet menaruh dukungan kuat terhadap peningkatan publikasi ilmiah bereputasi global. Untuk itu, ia berkomitmen untuk menaikkan dana riset hingga dua kali lipat.
Kebijakan ini disampaikan Rektor dalam acara “Road to Nature and Science: Elevating Researcher for Sustained World-Class Publications”, Rabu (5/2) di IPB International Convention Center, Bogor.
Klaim Hingga 15 SKS
Bentuk dukungan lainnya, Rektor akan memberikan apresiasi khusus untuk publikasi yang bisa menembus Q1. Nantinya, dosen/peneliti terlibat bisa mengklaim 10–12 satuan kredit semester (SKS), bahkan hingga 15 SKS apabila berhasil meraih predikat top year scientist.
Tidak hanya itu, Rektor menegaskan bahwa aktivitas pengabdian yang selama ini hanya memenuhi standar minimum akan diakui sebagai beban kerja lebih. Kebijakan ini bertujuan agar seluruh kerja keras dosen dapat diapresiasi secara lebih adil dan proporsional.
Rektor juga menekankan bahwa penguatan ekosistem riset dan inovasi akan terus disempurnakan agar mampu menjawab kebutuhan peneliti, baik yang berada di pusat-pusat studi maupun lembaga. Menurutnya, dukungan kelembagaan menjadi kunci agar riset dapat berkembang secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengapresiasi Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik (DKSRA) IPB University sebagai penyelenggara kegiatan ini. Ia berharap pertemuan ini bisa mendorong peningkatan jumlah publikasi dosen IPB University di jurnal kelas dunia.
Tiga Bidang Riset
Terkait arah riset, Rektor menyampaikan bahwa agenda riset IPB University tahun ini difokuskan pada bidang omics, kecerdasan buatan (AI), sustainable science, dan social science. “IPB akan menggeser orientasi riset dan publikasi pada high technology dan dampak, penguatan ekosistem, dan kerja sama,” ujarnya.
Rektor berpesan agar ke depan IPB menjadi bagian dari penentu untuk agenda riset global. IPB ingin menjadi rujukan dunia dalam isu-isu penting seperti keamanan pangan, energi, sustainability, dan kesehatan. Untuk itu, publikasi di jurnal internasional seperti Nature dan Science, dinilai sangat strategis dan diperlukan.
Rektor juga menegaskan komitmen IPB University untuk menjadi bagian dari penentu agenda riset global. “Kita ingin IPB menjadi rujukan dunia dalam isu-isu penting seperti keamanan pangan, energi, sustainability, dan kesehatan. Untuk itu, IPB perlu meningkatkan publikasi di jurnal internasional seperti Nature dan Science.”
Dalam rangka memperkuat posisi global, IPB University juga mendorong peningkatan kolaborasi dengan universitas top dunia, seperti China Agricultural University dan Wageningen University, termasuk peluang pembentukan research hub untuk membuka kerja sama dan meningkatkan posisi tawar institusi.
Bebas SPP untuk Mahasiswa Pascasarjana
Dukungan juga diberikan kepada mahasiswa pascasarjana dan peneliti muda. Rektor menyampaikan, IPB University menyediakan insentif bagi mereka yang berhasil mempublikasikan artikel di jurnal Q1, berupa pembebasan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) pada semester berikutnya.
Dalam acara itu, Direktur KSRA IPB University, Prof Anuraga Jayanegara, melaporkan bahwa pada tahun 2025 IPB University telah melewati fase peningkatan publikasi secara kuantitatif dengan rasio 2:1.
“Tahun ini, IPB University mulai mengarahkan fokus pada kualitas publikasi. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan langsung dari para prominent scientist mengenai strategi menembus jurnal bereputasi,” kata dia.
Salah satu narasumber, Prof Daniel Murdiyarso, ilmuwan IPB University yang karya ilmiahnya banyak disitasi dan terbit di jurnal Nature dan Science, menyampaikan bahwa menulis karya ilmiah seharusnya menjadi proses yang menyenangkan.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan dampak riset IPB University dan memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi dengan riset yang berpengaruh di tingkat global. (dh)
