Cahaya Merah dan Dentuman di Langit Cianjur, Pakar IPB University Ungkap Dugaan Fenomena Bolide
Suara dentuman disertai kilatan cahaya yang muncul di langit kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Senin malam menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Sejumlah warga melaporkan adanya cahaya merah di langit yang diikuti bunyi dentuman keras sekitar pukul 22.15 WIB.
Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SSi, MSi, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis data cuaca, fenomena tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas thunderstorm.
“Kondisi atmosfer saat kejadian terpantau normal dan tidak menunjukkan adanya cuaca ekstrem,” ujarnya.
Selain itu, pemantauan seismograf juga tidak menemukan adanya aktivitas seismik maupun vulkanik. Data tidak menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Gede maupun pergerakan sesar di kawasan Gunung Gede–Pangrango yang dapat dikaitkan dengan kejadian tersebut.
Ia menambahkan, dengan kondisi cuaca dan seismik yang terpantau normal, fenomena tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik, seismik, maupun badai petir. Meski demikian, secara ilmiah masih terdapat kemungkinan lain yang dapat menjelaskan kemunculan dentuman dan kilatan cahaya tersebut.
“Salah satu fenomena alam yang paling mungkin adalah bolide atau bola api,” jelasnya.
Bolide merupakan peristiwa masuknya meteoroid berukuran relatif besar ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan meteoroid terbakar cepat dan menghasilkan kilatan cahaya terang seperti meteor.
“Jika ukurannya cukup besar, meteoroid dapat meledak di atmosfer dan menimbulkan gelombang kejut sonik yang terdengar sebagai dentuman keras oleh warga di permukaan,” paparnya.
Kilatan cahaya yang teramati juga dapat terjadi akibat proses ablasi dan ionisasi atmosfer yang memicu pelepasan energi elektromagnetik, sebagaimana dijelaskan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Fenomena serupa sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah Cirebon beberapa bulan lalu, ketika sebuah meteor dilaporkan mencapai permukaan Bumi dan menyebabkan kerusakan pada sebagian atap rumah warga.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan fenomena bolide tersebut masih memerlukan klarifikasi lanjutan.
“Untuk memastikan penyebab pastinya, diperlukan pengamatan langsung serta temuan lapangan di lokasi kejadian, termasuk kemungkinan adanya jejak material meteorit,” pungkasnya. (AS)
