Bersiap Mengabdi, Tim PPK Ormawa Himagron Upgrade Keterampilan bersama KRKP dan TNC IPB University

Bersiap Mengabdi, Tim PPK Ormawa Himagron Upgrade Keterampilan bersama KRKP dan TNC IPB University

bersiap-mengabdi-tim-ppk-ormawa-himagron-upgrade-keterampilan-bersama-tani-dan-nelayan-center-ipb-university-news
Berita

Tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura (Himagron), Fakultas Pertanian IPB University mengikuti kegiatan upgrading bersama Tani dan Nelayan Center (TNC) IPB University dan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP).

Upgrading bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tim pelaksana untuk persiapan program pengabdian masyarakat ‘Profitani’ yang akan mahasiswa IPB University laksanakan di Kelurahan Bubulak. Materi pembelajaran dalam upgrading disampaikan oleh KRKP yang juga merupakan mitra dari tim pelaksana. 

“Sebagai tim pelaksana, program yang akan kalian bawa bukan untuk ‘Membangun Desa’ tetapi ‘Desa Membangun’. Karena itu, desalah yang membangun desa itu sendiri dan tim pelaksana sebagai fasilitator,” jelas Nanta, salah satu pemateri dari KRKP. Ia juga menyampaikan harapannya agar pengembangunan desa terus dilanjutkan oleh masyarakat setempat melalui program-program selanjutnya.

Tim pelaksana mendapatkan materi terkait perbedaan orang luar dan orang dalam dalam suatu wilayah, memahami peran tim pelaksana sebagai fasilitator (dinamisator, mediator, motivator, narasumber) dan pendidikan untuk orang dewasa. Tak hanya itu, disampaikan juga materi tentang menganalisis kondisi sosial masyarakat, mendesain program, system thinking dan bagaimana cara merancang program yang efektif dan tepat sasaran. 

Materi disampaikan melalui berbagai metode pembelajaran seperti studi kasus berbagai pengalaman, roleplay dan diskusi kelompok. Menurut Rahmadi Abdul Aziz, selaku ketua tim pelaksana, “Upgrading yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan oleh KRKP ini sangat menarik dan tidak membosankan karena metode yang digunakan beragam.”

“Selain itu, kami sangat senang karena dapat mengimplementasikannya dalam proses pelaksanaan program kami yaitu Profitani. Program ini berupa konsep bertani untung dan berkelanjutan melalui sanggar tani muda sebagai upaya regenerasi petani,” sambung dia. 

Rahmadi menambahkan, metode pembelajaran seperti studi kasus, sesuai dengan program dan konsep bertani untung yang dibawakan oleh tim pelaksana. Dengan demikian, tim pelaksana dapat menghubungkan materi yang disampaikan secara langsung dengan program yang dibawa. (*/Rz)