IPB University bersama USFS-IP Gali Potensi Kawasan Hutan Berbasis Teknologi
IPB University bersama United States Forest Service-International Program (USFS-IP) menggandeng Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Dishut Jabar) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung dalam melakukan i-Tree and Urban Forest Research Project di Jawa Barat. Kerja sama riset ini bertujuan untuk mengetahui nilai potensi lanskap hutan kota (urban forest) serta memprediksi kondisi dan nilai manfaat hutan kota di masa yang akan datang.
Dr Kaswanto selaku ketua tim peneliti dan dosen IPB University dari Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian menuturkan, riset ini merupakan inisiasi IPB University dan USFS-IP yang harapannya dapat membantu para pemangku kebijakan dalam mengelola lanskap hutan kota berbasis riset dan teknologi.
Berdasarkan hasil riset juga disusun rekomendasi yang dapat diterapkan oleh para pemangku kebijakan. “Pengukuran struktur, fungsi dan dinamika pada lanskap hutan kota sangat diperlukan sebagai dasar dalam pengelolaan yang berkelanjutan. i-Tree dapat menjadi alat untuk membantu pengelola dalam membuat kebijakan manajemen jasa lanskap hutan kota karena telah memenuhi standar pengukuran dan kaidah ilmiah,” ucap Dr Kaswanto.
“Penelitian ini melibatkan mahasiswa IPB University sebagai bagian dari inisiasi untuk mencanangkan adanya i-Tree Youth Community, karena mereka yang muda adalah pemilik masa depan dan akan bertindak sebagai manajer jasa lanskap hutan kota beberapa tahun yang akan datang,” pungkas Dr Kaswanto ketika ditanyakan ekspektasi ke depan dari kegiatan penelitian ini.
Lebih lanjut, Amarizni Mosyaftiani dan Indria Zhafirah selaku tim peneliti menjelaskan cara penggunaan i-Tree. Keduanya juga memaparkan hasil riset sebagai lokasi contoh yang dilakukan pada tiga lanskap hutan kota atau kawasan hutan/ruang terbuka hijau (Taman Hutan Raya Djuanda, Hutan Kota Babakan Siliwangi dan Taman Maluku Kota Bandung). Tiga lanskap tersebut sebagai model penerapan yang bisa dipelajari ke depannya. Tim juga menyampaikan hasil prediksi kondisi dan nilai manfaat pada ketiga kawasan.
Prof Iskandar Z Siregar, Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini, IPB University senantiasa akan mendukung pengelolaan hutan kota di Kabupaten dan Kota Bandung.
Dukungan penuh juga datang dari Dr Eva Anggraeni, Direktur Konektivitas Global (DKG) IPB University. Ia menyatakan bahwa hutan kota memiliki potensi jasa lingkungan yang luar biasa dan seharusnya dapat dikelola dengan baik. Senada, Leon Miller, selaku Program Manager USFS menyampaikan, hutan kota harus selalu dikelola secara lestari, salah satunya dapat menerapkan teknologi i-Tree.
“Teknologi ini harus kita dukung, karena dapat menjadi fondasi bagi kita untuk melakukan pendekatan perhitungan nilai dari kawasan hutan dengan potensi nilai ekonomi dan karbon,” ucap Dodit Ardian Pancapana, Kepala Dishut Jabar pada Diseminasi Hasil i-Tree and Urban Forest Research Project di Hotel Grand Preanger, beberapa waktu lalu.
DPKP Kota Bandung juga menyambut baik riset ini. Dwi Priyono, Kepala Seksi Pembangunan Pertamanan DPKP Kota Bandung mengatakan, “i-Tree ini merupakan suatu hal yang baru dan bermanfaat untuk mengelola kawasan hutan dan taman kota di Kota Bandung.”
USFS-IP yang diwakili Harityas Wiyoga selaku In-Country Coordinator di Indonesia, turut menambahkan, “i-Tree dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dalam peningkatan pengelolaan kawasan hutan perkotaan di Indonesia untuk mencapai manfaat jasa lanskap yang optimal.”
Hadir pula dalam kegiatan ini para peneliti dari Bandung, yakni Dr Moh Zaini Dahlan dan Drs Djuandi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Fitri Rahmafitria dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan juga para staf dari Dishut Jabar dan DPKP Kota Bandung. (*/Rz)
