STP IPB Berhasil Kembangkan 55 Startup Selama Tiga Tahun
Pendirian Science & Technology Park (STP) diharapkan mampu menghasilkan perusahaan pemula berbasis teknologi. STP juga harus mampu berperan dalam menggerakkan perekonomian di daerah. Hal ini disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Kelembagan Iptek dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Dr.Ir. Agus Indarjo, M.Phil dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Kawasan Sains & Teknologi (KST) Tahun 2018 dan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2019 di Bandung, 22-25 Januari 2019.
Namun demikian, diingatkannya bahwa STP akan mengalami kegagalan apabila tidak didukung oleh anggaran-anggaran lokal untuk menggerakkannya, kelembagaan dan struktur organisasinya tidak jelas, serta pengelolanya yang tidak kreatif dan inovatif.
Menurut Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Erika B. Laconi, indikator baru dalam penilaian performa perguruan tinggi adalah kualitas inovasi. Dalam rangka mendukung hilirisasi hasil-hasil penelitian dan mencapai kinerja inovasi, IPB mengembangkan Science & Technology Park (STP) dan program inkubasi bisnis yang menjalankan fungsi layanan yang tak terpisahkan dari STP.
Indikator keberhasilan STP adalah jumlah teknologi maju yang telah diterapkan, jumlah perusahaan pemula berbasil teknologi (PPBT) yang dihasilkan dan jumlah industri yang bergabung di dalam kawasan.
Pada tahun 2016 STP IPB mendapatkan bantuan berupa renovasi gedung Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) tahap satu. Pada tahun 2017 kembali STP IPB menerima bantuan berupa renovasi gedung IBT tahap dua, alat/mesin ekstraksi dan evaporasi serta mebel gedung IBT dan pada tahun 2018 menerima bantuan berupa alat/mesin untuk rumah pengemasan (packaging house).
“Selama tiga tahun terakhir, sebanyak 14 startup telah dihasilkan STP IPB dengan kesertaan saham IPB di dalamnya dan sebanyak 41 startup tanpa kesertaan saham IPB melalui program inkubasi incuBie,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut dilakukan pembahasan pengembangan kelembagaan (bentuk kelembagaan, penguatan kelembagaan, jejaring kerjasama, layanan fungsi KST), pengembangan SDM, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan implementasi teknologi (diseminasi teknologi, inkubator bisnis teknologi, transfer teknologi, dan komersialisasi teknologi). (rkh/Zul)
