Mahasiswa IPB Juara I Kreasi Pangan untuk Atasi Gizi Buruk
Tiga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) kreasikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) untuk bayi usia dua tahun (Baduta) dalam kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) pada Nutrition Expo 6, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Ajang tahunan terbesar dari Departemen Gizi FKM UI ini mempertemukan tujuh tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada akhir tahun 2016 lalu. Tiga orang mahasiswa tersebut yaitu Imam Safii, Mardita Setia, dan Nina Dwinova yang berasal dari Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB dan berhasil meraih juara pertama dalam ajang tersebut.
Bertemakan “Kreasi MP-ASI untuk Meningkatkan Status Gizi Baduta yang Terbuat dari Bahan Pangan Lokal”, tim tersebut menggagas makanan berbahan tepung sagu dan kacang hijau. Mengacu pada studi kasus di daerah Indonesia Bagian Timur yang masih banyak ditemukan kejadian bayi kurang gizi atau gizi buruk, tim dari IPB berkreasi dengan bahan makanan umum di sana. Sagu merupakan makanan pokok yang mudah tersedia, dipadukan dengan kacang hijau yang kaya akan protein, serta menggunakan minyak sawit merah atau red palm oil (RPO) yang tinggi provitamin A. Ketiga bahan utama tersebut dikreasikan menjadi produk kukis.
Nina Dwinova memaparkan cara pembuatan kukis oleh timnya menggunakan teknik memasak kukis pada umumnya. Bahan-bahan yang telah dihaluskan ditimbang sesuai takaran, kemudian dijadikan adonan, dipanggang dan dikemas. Kukis dengan kandungan tinggi protein dan provitamin A ini disukai karena mudah dikonsumsi oleh Baduta. Selain itu penyajian produk kukis ini juga praktis dan dapat disimpan lama.
Sebelum membawa kukis tersebut dalam presentasi di babak final, tim dari IPB ini mengalami empat kali percobaan dan pengujian rasa oleh panelis semi terlatih. “Tantangan terbesar terdapat pada saat formulasi kukis, bagaimana caranya menyajikan makanan MP-ASI yang aman, bergizi, dan harga yang terjangkau” ujar Nina.
Menurutnya, dengan mengikuti kompetisi tersebut ia dan tim juga mengedukasi tentang bahan-bahan bergizi yang tidak banyak dimanfaatkan seperti red palm oil yang merupakan salah satu produk minyak kelapa sawit.(EAW/NM)
