IPB University Jalin Kerjasama dengan Kabupaten Musi Banyuasin dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
IPB University menjalin kerjasama dengan Kabupaten Musi Banyuasin dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Jalinan kerjasama ditandai dengan penandatanganan naskah kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Ruang Senat Akademik, Kampus Dramaga, Bogor, (16/7).
Kerjasama antara IPB University dengan Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka memajukan peternakan di kabupaten tersebut. Sedangkan dengan BPJPH, kerjasama difokuskan dalam rangka peningkatan jaminan produk halal di Indonesia.
Rektor IPB University, Dr Arif Satria menyambut dengan senang hati kerjasama antara IPB University dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan BPJPH.
“Kami menyambut baik kerjasama dengan Kabupaten Musi Banyuasin dalam pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). SPR ini merupakan salah satu produk dari pengembangan inovasi institusi kelembagaan yang ada di IPB University yang sudah sukses di beberapa tempat,” ungkap Dr Arif.
Dr Arif mengaku, program SPR saat ini telah disesuaikan dengan teknologi terbaru yaitu teknologi 4.0. Dengan disesuaikannya program SPR tersebut, Dr Arif berharap kegiatan peternakan sudah menggunakan teknologi terbaru seperti internet of things dan artificial intelligence.
Terkait kerjasama dengan BPJPH, Dr Arif mengaku bahwa IPB University menjadi inisiator studi halal di Indonesia. Saat ini IPB University sedang berusaha membangun gedung halal center pertama di Indonesia.
“Jangan sampai kita tertinggal dengan Thailand yang sudah memiliki halal center yang di dalamnya mencakup kajian-kajian halal baik produk makanan, kosmetik, maupun jasa dan juga ada inkubator halal. Oleh karena itu kita perlu memiliki halal center yang bisa mengkaji produk-produk halal karena penduduk Indonesia ini mayoritas muslim,” tutur Dr Arif.
Terkait pengembangan halal center, Dr Arif berharap teknologi 4.0 bisa masuk dan dimanfaatkan dalam rangka pengembangan jaminan produk halal di Indonesia. Ia mencontohkan, dengan adanya artificial intelligence, cukup menggunakan foto atau gambar dapat diketahui produk tersebut halal atau tidak.
“Mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Dengan begitu kita bisa menghasilkan inovasi-inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkas Dr Arif.
Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin berharap kerjasama dengan IPB University dalam pengembangan peternakan dapat meningkatkan produksi peternakan di kabupaten tersebut.
“Saya sangat senang dan bangga karena bisa menjalin kerjasama dengan IPB University. Dengan inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh IPB University, saya berharap tidak hanya SPR saja yang dikembangkan, tetapi sektor lain seperti pertanian dan biofuel,” ungkap Dodi.
Senada dengan Dodi, Direktur BPJPH, Prof Ir Sukoso ikut menjalin kerjasama dengan IPB University karena inovasi-inovasi yang dihasilkan. “Kami berharap sekali adanya inisiasi dan sumbangsih dari IPB University dengan inovasinya dapat membantu implementasi jaminan produk halal. Tidak hanya itu, dengan kerjasama ini kami berharap Indonesia benar-benar menjadi kiblat halal dunia,” pungkas Prof Sukoso. (Rosyid/Zul)
