Kuatkan Mental Generasi Muda, HIMMPAS IPB Gelar Seminar Munakahat
Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (HIMMPAS IPB) berhasil menyelenggarakan Seminar Munakahat, sebuah kajian pra nikah untuk mengupas tuntas Kesehatan Psikologi dan Fiqih Pernikahan. Seminar ini dilaksanakan di Aula Masjid Al Huriyyah IPB dengan jumlah peserta mencapai 200 orang, Sabtu (8/12).
Dalam Qur’an surat Al ma’arij, ada tujuh tanda orang yang akan mendapatkan kemuliaan surga Allah SWT. Salah satunya adalah menjaga kemaluan dari selain istrinya. Hal ini selaras dengan kekhawatiran saat ini. Maraknya praktek penyimpangan seksual lesbian, gay, biseksual (LGBT), tarnsgender menjadi tantangan berat pemuda era milenial.
Prof.Dr.Ir. Nahrowi, MSc selaku Pembina HIMMPAS dan Sekretaris Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam sambutannya mengatakan masalah kebutuhan seks erat sekali dengan kesehatan psikologi, khususnya pemuda. Diperlukan kajian pencerdasan terkait menyikapi kebutuhan seks sehingga kualitas dan mentalitas pemuda akan lebih baik. “Beberapa tahun lalu banyak mahasiswa yang izin cuti dengan sakit. Setelah ditelusuri masalahnya, ternyata salah satu masalah yang membuat lambat lulus adalah pacaran. Dari situ muncul masalah-masalah mental lainya,” ucap Prof. Nahrowi
Prof.Dr.Ir. Ahmad, MS dalam kesempatan itu membahas materi batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan, nikah bagian dari ibadah, perhatian rosul terhadap pemuda, kriteria calon istri, kriteria calon suami, ta’aruf dan khitbah, akad nikah, dan kehidupan pasca nikah serta rumus 3×4 indikator kesuksesan rumah tangga.
“Perempuan dinikahi karena empat hal, karena hartanya, kecantikannya, keluarganya dan agamanya,” ujar Prof. Ahmad
Di sesi kedua, materi bertema kesehatan psikologi pernikahan disampaikan oleh dr. Dewi Inong Inara, Sp.KK. Dalam sesi terakhir ini disampaikan urgensi-urgensi persiapan kesehatan menuju pernikahan. Seperti menjaga pola makan sehat dan tidak asal makan, bahayanya LGBT, trik dan tips menjalan keluarga yang harmonis tanpa ada kekerasan dan bentakan serta sedikit menyinggung tentang parenting atau ilmu pengasuhan anak. “Jadi, siapkan doktrin positif untuk mencuci otak anak agar hanya hal-hal baik yang akan anak lakukan,” pungkas dr.Dewi (IS/ris)
