Jelang Pimnas 2017, Kemenristekdikti Gelar Monev di IPB
Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi host dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa (Monev PKM) oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI. Acara digelar di Common Class Room, Kampus IPB Dramaga, (17-18/7).
Monitoring dan evaluasi akan dilakukan terhadap 195 tim terbaik IPB dan 13 tim terbaik dari Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Bogor, yaitu AMIK Raharja Informatika, Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Pakuan, Universitas Surya, Universitas Djuanda dan Universitas Nusa Bangsa.
Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Sugeng Santoso menyampaikan bahwa selama dua hari ini mahasiswa yang mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) akan mempertanggungjawabkan PKM yang mendapatkan dana dari Kemenristekdikti RI tahun 2017.
“Berusaha semaksimal mungkin, semoga berjalan dengan baik, mahasiswa bisa menyampaikan hasil pekerjaan sebaik-baiknya. Semoga dapat lolos untuk maju ke Pimnas yang rencananya akan digelar pada tanggal 23 Agustus mendatang di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar,” ujarnya.
Dalam Monev kali ini, Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto menyampaikan pesan agar mahasiswa yang mengikuti monev untuk meluruskan niat apa yang ingin dicapai dari keikutsertaan. Rektor berharap semoga bukan kehebatan atau ketenaran yang menjadi tujuan utama.
“Seperti pesan yang pernah disampaikan Prof. Andi Hakim Nasoetion, janganlah berburu kehebatan dan ketenaran, tapi tegakkanlah kebenaran, maka kalian akan mendapatkan keduanya,” ujar rektor. Lebih lanjut rektor menyampaikan, jangan mendapatkan prestasi menjadi bangga diri, tapi prestasi dapat dijadikan jalan untuk memberikan manfaat lebih besar untuk orang lain.
Selain itu, rektor juga berpesan agar mahasiswa betul-betul mempersiapkan konten ilmiah. Ia mengingatkan untuk fokus pada konteks. Menurutnya, sains penting sebagai basis langkah mahasiswa. “Maka dalam kelompok manapun ikut PKM ini, selalu lakukan linement sains, melaporkan sesuatu yang benar. Jangan gemar memoles-moles, itu tidak ubahnya pencitraan. Sampaikan apa adanya, penting berpikir pada impack yaitu manfaat dari apa yang dilakukan, manfaat pada masyarakat,” paparnya.
Tidak hanya itu, rektor berharap seluruh mahasiswa yang mengikuti monev untuk dapat mendengarkan sebaik-baiknya apa yang disampaikan para reviewer, peka untuk selalu berupaya untuk perbaikan. Terakhir, rektor berpesan agar mahasiswa senantiasa mengembangkan kerjasama. “Satu hal penting yaitu tawakal, pasrahkan hasilnya pada Allah,” ujarnya.
Reviewer yang hadir berasal dari beberapa Perguruan Tinggi, seperti Universitas Islam Nusantara Bandung, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Gadjah Mada dan IPB. Hadir pula para dekan dan wakil dekan di lingkungan IPB.(dh)
