IPB Tuan Rumah Expert4 Asia Final Meeting

IPB Tuan Rumah Expert4 Asia Final Meeting

ipb-tuan-rumah-expert4-asia-final-meeting-news
Berita

Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi tuan rumah Expert4 Asia Final Meeting. Expert4 Asia merupakan proyek beasiswa yang didanai oleh Komisi Eropa ditargetkan untuk warga Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, China, India, Indonesia, Maladewa, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka dan Thailand.  Proyek expert dikoordinatori oleh University of Gottingen. Acara yang digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor (28/3) ini, dihadiri oleh 47 peserta dari 16 perwakilan negara di dunia.  

Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Prof. Dr. Anas Miftah Fauzi mengucapkan selamat datang kepada delegasi dari masing-masing negara. Dalam sambutannya Prof. Anas memperkenalkan IPB juga Kebun Raya Bogor sebagai tempat konservasi berbagai tanaman anggrek nusantara tumbuh, juga merupakan tempat vegetasi  asal varietas kelapa sawit.

Disampaikan Prof. Anas, IPB telah lama menjalin kerjasama dengan Gottingen University. Dalam program Erasmus Mundus  sudah sekira 70 alumni Gottingen University yang dikirim dari IPB.

Direktur  Program Internasional, University of Gottingen,  Dr. Uwe Muuss, menyampaikan terimakasih kepada IPB yang telah memfasilitasi untuk acara Expert4 Asia Final Meeting. Terkait program mobilititas mahasiswa, ia menyampaikan banyak model proyek serupa di Eropa, salah satu yang terbaiknya adalah Program Erasmus.

Salah satu tujuan utama dari Expert4 Asia adalah untuk mengamankan keberlanjutan kerjasama multilateral.  Konsorsium terdiri dari lima negara dari grup A (Afghanistan, Bhutan, Bangladesh, Nepal dan Pakistan) dan tujuh negara dari kelompok B (China, India, Indonesia, Maladewa, Sri Lanka, Filipina dan Thailand). Secara keseluruhan, konsorsium terdiri dari 13 perguruan tinggi dari South and South East Asian (SSEA) dan 7 perguruan tinggi dari Uni Eropa, yang memungkinkan cakupan sebanyak bidang studi sebanyak mungkin.

Proyek-proyek memiliki tujuan untuk fokus pada keunggulan dalam bidang teknis dan di sisi lain untuk memperkuat mobilitas dalam berbagai disiplin ilmu, seperti Studi Lingkungan Pertanian; Rekayasa Teknologi; Kesehatan & Pengobatan Studi; Perkembangan sosial; Pembangunan Regional, Kemiskinan & Growth; dan Hukum. Proyek-proyek selanjutnya bertujuan untuk mengatasi negara tertentu kebutuhan di wilayah SSEA, juga mempertimbangkan peningkatan keseimbangan gender di antara penerima manfaat proyek.(dh)