Padi IPB 3S untuk Mendukung Hasil Panen Padi di Lingkar Kampus

Padi IPB 3S untuk Mendukung Hasil Panen Padi di Lingkar Kampus

padi-ipb-3s-untuk-mendukung-hasil-panen-padi-di-lingkar-kampus-news
Berita

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM ) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan pelatihan teknis cara bercocok tanam padi IPB 3S, Sabtu (12/11), di Ruang Sidang LPPM IPB, Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh sekira 34 petani yang ada di 17 desa/kelurahan lingkar kampus IPB.

Ketua panitia pelatihan, Warcito, SP, MM mengatakan pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang cara bercocok tanam padi IPB 3S yang benar, sehingga bisa menghasilkan produksi yang maksimal untuk kesejahteraan warga lingkar kampus. Selanjutnya, para petani yang sudah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat kepada petani lain.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian (Faperta) IPB, Hafith Furqoni, SP, MM. Dikatakannya, budidaya tanaman padi IPB 3S secara umum sama dengan budidaya tanaman padi lainnya, namun demikian banyak faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas tanaman padi tersebut, seperti kualitas benih, varietas, tingkat kesuburan tanah/pengolahan tanah dan keseimbangan pemupukan, ketersediaan air, keseimbangan ekologis dan organisme pengganggu tanaman.

Ia menambahkan, penanaman padi IPB 3S yang unggul harus didampingi dengan menggunakan teknologi IPB Prima. Teknologi IPB Prima, selain ramah lingkungan, juga dapat memperbaiki kesuburan tanah. Teknologi tersebut dilakukan dengan mengembalikan jerami ke lahan. “Keuntungan lainnya adalah jerami dapat menjadi musuh alami hama dan penyakit tanaman," ujarnya.

Varietas padi IPB 3S merupakan padi tipe baru yang sudah dilepas. Umumnya padi ditanam pendek-pendek dan anakannya banyak tapi malai atau sekumpulan bunga padinya hanya 160-180 buah. Sementara, padi IPB 3S lebih unggul yaitu satu tangkai bisa berisi 300-350 butir malai. Bobot bulir padinya lebih berat yaitu 28 gram tiap seribu biji, sedangkan padi pada umumnya hanya 26 gram per seribu biji.

“Sifat unggul padi varietas ini tidak butuh banyak air, dan airnya tidak usah terlalu tinggi, cukup macak-macak (basah) saja, serta tidak perlu selalu digenangi. Produksinya sekarang bisa mencapai 11,5 ton gabah per hektar. Itu sudah lebih tinggi 6,5 ton dari rata-rata produksi beras biasa yaitu 5-6 ton per hektar. Meskipun ditanam selama musim kemarau, hasil panen terbukti tetap tinggi,” jelas Hafith Furqoni, SP, MM.(Awl)