Mahasiswa IPB Pasien Hepatitis A yang Dirawat Berkurang

Mahasiswa IPB Pasien Hepatitis A yang Dirawat Berkurang

sosialisasi-pencegahan-1
Berita
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mendapatkan perawatan kesehatan di rumah sakit karena Hepatitits A mulai berkurang. Menurut Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr. Yonny Koesmaryono, dari 28 mahasiswa kini tinggal 15 mahasiswa yang dirawat. Seluruh biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh IPB.
 
“Data terakhir dari 28 mahasiswa yang dirawat, 13 mahasiswa masih dirawat di RS. Karya Bhakti Pratiwi dan 2 mahasiswa di RS Medika Darmaga. Dari pemeriksaan massal terhadap mahasiswa yang telah kami lakukan dua hari ini, ada 11 mahasiswa yang suspect hepatitis A. Mereka sudah dirujuk untuk melakukan tes darah agar mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ujar Prof. Yonny dalam konferensi pers di Ruang Kuliah Fakultas Pertanian Kampus IPB Darmaga, Bogor (12/12).
 
Untuk mencegah penularan Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A, IPB melakukan respon cepat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan mahasiswa. Hingga kemarin sore, sudah 204 mahasiswa yang memeriksakan kondisi kesehatannya. Selain pemeriksaan kesehatan, IPB juga melakukan sosialisasi mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, profil kantin IPB serta tindakan kuratif dan preventif hepatitis. Penyuluhan tentang kantin sehat di dalam dan sekitar kampus IPB, aksi bersih lingkungan di dalam kampus maupun lingkungan tempat tinggal mahasiswa.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit & Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dr.dr. Kusnadi, ikut menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan Penyelidikan Epidemiologis (PE), salah satunya dengan mengambil sampel-sampel makanan yang dikonsumsi mahasiswa IPB. 
 
“Penularan Hepatitis A melalui oral dan rektal. Masa inkubasinya lama, sekira 15-50 hari. Jadi tidak mudah menelusuri dari mana sumber virusnya karena kejadiannya sudah dua minggu yang lalu. Bisa jadi kita ambil sampel hari ini tapi kuman atau virusnya ternyata sudah tidak ada. Tapi PE ini kita lakukan untuk memutus rantai penularan,” ujarnya.
 
Hepatitis A merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri dan bisa sembuh seratus persen. Gejalanya sangat banyak dan termasuk penyakit ringan. Gejalanya seperti mual, demam, air seni berwarna seperti teh, bola mata berwarna kuning. Ini berbeda dengan Hepatitis B yang minim gejala tapi berat dampaknya. 
 
Upaya pencegahannya dengan mengkonsumsi makanan yang bersih dan higienis. Selain di IPB, kasus serupa juga pernah dialami oleh pondok pesantren yang ada di Parung, dimana terdapat 95 santri yang terkena Hepatits A pada bulan oktober 2015. Namun berhasil dikendalikan dengan memutuskan rantai penularannya.(zul)