Bertepatan dengan bulan Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk pertama kalinya Majelis Wali Amanat (MWA) IPB menggelar Sidang Paripurna Terbuka, Rabu (30/9), di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga Bogor. Agenda utama sidang adalah Laporan Kinerja Rektor IPB tahun 2015. Hal ini dilakukan sebagai wujud akuntabilitas IPB kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.
Selaku Ketua MWA IPB periode 2014-2019, Prof.Dr M. Ahmad Chozin membuka sidang yang dihadiri anggota MWA, Senat Akademik (SA), Dewan Guru Besar (DGB), peneliti, staf pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa IPB. Dalam sambutannya, Prof. Chozin menyampaikan harapan MWA terhadap perkembangan IPB ke depan, yakni adanya penguatan akses masyarakat terhadap produk-produk inovasi IPB, mendekatkan karya-karya sivitas akademika IPB dengan para penggunanya.
“Untuk itu, akses masyarakat tersebut telah ditetapkan menjadi agenda pembahasan MWA dengan rektorat secara periodik. Harapan lainnya agar Sistem Manajemen Kinerja (Simaker) dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan didukung teknologi informasi, agar menjadi alat pengambilan keputusan manajemen institut,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Rektor IPB Prof.Dr Herry Suhardiyanto menyampaikan program kerja IPB yang telah dilaksanakan pada tahun 2015. Program kerja tahun 2015 mengacu pada Renstra IPB 2014-2018 dengan visi IPB 2018 “Menjadi perguruan tinggi berbasis riset bertaraf internasional dan penggerak prima pengarusutamaan pertanian”. Pada tahun 2015, roadmap tahunannya adalah relevansi dan substansi yang bermakna penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di IPB dituntut bergerak lebih maju dan relevan dengan perubahan dan tuntutan zaman yang sangat dinamis.
“Pada tanggal 21 September lalu para Dekan Fakultas, Dekan Sekolah Pascasarjana, Direktur Sekolah Bisnis, Sekolah Vokasi dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah menyampaikan data terakhir capaian kinerja dari unit kerja masing-masing. Alhamdulillah, hingga akhir September ini, secara keseluruhan kinerja IPB sebagai institusi telah mencapai 81,81 persen. Capaian ini merupakan kontribusi seluruh pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi aktif dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan,” ujar Rektor.
Terkait hasil inovasi IPB yang mendominasi dalam daftar Inovasi Indonesia Paling Prospektif hasil seleksi Bussiness Innovation Center (BIC) selama delapan tahun, tahun ini 45 inovasi dari 107 Inovasi Paling Prospektif berasal dari IPB. Jumlah tersebut melebih target yang ditetapkan tahun 2015 yakni 35 inovasi. Sementara itu untuk Paten dan HKI lainnya, secara kumulatif sampai dengan tanggal 25 September 2015, IPB mengajukan 291 aplikasi paten dan 75 diantaranya telah diberi paten (granted).
Selain paten, IPB juga telah mendaftarkan 14 merek dan empat diantaranya telah granted serta enam pendaftaran Hak Cipta. Untuk tahun 2015, IPB telah mengajukan 12 proposal paten untuk mengikuti intensif RAIH HKI Ristek, dan 15 proposal paten untuk mengikuti UBER HKI Dikti.
“Alhamdulillah, Presiden RI, Menteri Pertanian dan beberapa menteri pada Kabinet Kerja, Wakil Gubernur Jawa Barat, dan Bupati Karawang telah meninjau panen padi IPB 3S di Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Pada kesempatan tersebut Presiden menugaskan IPB untuk memperluas areal pendampingan teknologi budidaya tanaman padi dari 500 hektar di Kabupaten Karawang menjadi 50 ribu hektar di seluruh Indonesia. Saya sudah menghubungi rektor-rektor di seluruh Indonesia untuk membantu terlaksananya porgram ini. Selain itu, Menteri Pertanian juga meminta kepada IPB agar program tersebut dapat diperluas untuk komoditas lainnya seperti kedelai, sapi dan buah-buahan,” papar Rektor. (zul)