Mahasiswa IPB Berhasil Atasi Tumpahan Minyak Menggunakan Bakteri dari Teluk Jakarta

Mahasiswa IPB Berhasil Atasi Tumpahan Minyak Menggunakan Bakteri dari Teluk Jakarta

ITK-Teluk-Jakarta
Berita
 
Apa yang anda bayangkan ketika mendengar kata Teluk Jakarta? Mungkin, bagi sebagian orang yang sudah pernah ke tempat ini ataupun sekadar membaca artikel mengenai muara dari 13 sungai di Jakarta ini akan berkata “Teluk Jakarta itu kotor!”. Ya, memang kotor! Pencemaran secara terus menerus menjadi salah satu penyebab mengapa Teluk Jakarta bisa dibilang penuh dengan bahan pencemar. Mulai dari limbah domestik yang berasal dari perumahan, hotel, perkantoran, rumah sakit, pasar, limbah dari industri, dan yang paling parah adalah tumpahan minyak dari kapal yang semakin lama semakin banyak terjadi di perairan ini.
 
Namun dibalik banyaknya bahan pencemar yang berada di sana, Teluk Jakarta ternyata menyimpan potensi yang besar, dalam hal ini untuk mengatasi pencemaran itu sendiri. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diketuai oleh Angga Dwinovantyo, melihat Teluk Jakarta sebagai suatu hal lain yang menarik untuk dieksplorasi dan dimanfaatkan potensinya. Angga dan ketiga anggotanya yang terdiri dari Santi Susanti, Nico Wantona Prabowo, dan Restya Rahmaniar mencoba memanfaatkan bakteri lokal dari sedimen laut untuk dimanfaatkan dalam teknologi biodegradasi tumpahan minyak. 
 
Tim PKM yang dibimbing oleh Dr Tri Prartono ini mengambil bakteri dan tumpahan minyak dari Pelabuhan Muara Angke untuk diteliti. Bakteri yang teridentifikasi dalam penelitian ini diantaranya Fundibacter jadensis ATCC 35201, Alcanivorax dieselolei ATCC 35421, dan Marinobacter hydrocarbonoclasticus ATCC 35422. Hasilnya bakteri tersebut bisa menghilangkan minyak yang berada di perairan hingga 73% hanya dalam waktu 7 hari. 
 
Selain mendapatkan hasil bahwa bakteri lokal dari sedimen laut ini bisa mendegradasi pada lingkungan perairannya sendiri, Tim PKM ini juga mencoba mengaplikasikannya pada tumpahan minyak di pelabuhan yang berbeda. Air tercemar minyak dari Pelabuhan Rawa Saban, Banten diambil, lalu didegradasi menggunakan bakteri yang telah diisolasi dari Teluk Jakarta. Hasilnya, bakteri tersebut mampu mendegradasi minyak dalam kisaran 76-89%.
 
Tim ini juga meneliti kemampuan bakteri pendegradasi minyak dengan alat Gas Chromatography – Mass Spectrometry (GC-MS). Dari analisis ini dapat diketahui bahwa bakteri tersebut mampu mendegradasi minyak jenis alifatik dengan nomor karbon C11 hingga C27. Kelimpahan senyawa-senyawa tersebut berkurang setelah diberikan bakteri. Hal ini tentu menjadikan “isi” di Teluk Jakarta memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan dalam penanganan tumpahan minyak, khususnya yang berada di perairan Indonesia. Selama ini bakteri yang digunakan dalam teknologi biodegradasi adalah bakteri dari luar lingkungan laut yang tercemar, dan berpotensi menimbulkan invasi spesies asing di lingkungan perairan.***