Sinergi Penyelamatan Ciliwung Bergerak dari Hulu

Sinergi Penyelamatan Ciliwung Bergerak dari Hulu

DSC_7672
Berita
Sebuah pertemuan bagi para penggiat lingkungan berlangsung di kawasan wisata Desa Tugu Selatan, Cisarua (11/11). Kegiatan ini bertema Sinergi Penyelamatan Ciliwung Bergerak dari Hulu. Kawasan puncak mempunyai peran penting terhadap timbulnya berbagai persoalan lingkungan di hilir Sungai Ciliwung termasuk kota Jakarta. Degradasi dan menurunnya daya dukung lingkungan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.
 
Adalah Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak mengajak berbagai stakeholder dan pimpinan daerah untuk merumuskan aksi bersama pengelolaan Sungai Ciliwung. Konsorsium ini merupakan jaringan kerjasama aksi untuk mendukung konservasi Kawasan Puncak yang dimotori oleh tiga lembaga di IPB. Yaitu Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembang Wilayah (P4W), Fakultas Pertanian (Faperta), dan Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA). Taj ketinggalan, Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, Forest Watch Indonesia, Ciliwung Institute, Telapak Teritorial Jawa Bagian Barat, dan Komunitas Ciliwung Puncak.
 
Konsorsium ini sejak bulan Maret tahun ini telah melakukan serangkaian kerja aksi di kawasan Puncak, bekerjasama dengan BKPP Wilayah I Jawa Barat, Bappeda
Kabupaten Bogor, PTPN VIII, Perhutani, serta masyarakat khususnya di Desa Tugu Utara dan Desa Tugu Selatan.
 
IPB dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggagas Hari Cilwung. Hari Ciliwung merupakan usaha untuk memfasilitasi publik dan memberi apresiasi untuk usaha pemulihan dan penyelamatan Ciliwung. Hari Ciliwung bertujuan mendorong pemerintah sebagai pembuat kebijakan memberi perlindungan, penegakan hukum, dan perbaikan sistem pengelolaan sungai sebagai sumberdaya alam yang berkelanjutan.
 
Rektor IPB, Prof.Dr.Herry Suhardiyanto dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan ini. IPB akan terus berupaya memperbaiki lingkungan termasuk upaya penyelematan Puncak dengan berbagai kajian dan inovasi teknologi yang dihasilkan IPB.
 
Tampak hadir Mantan Rektor IPB, Prof.Anshori Mattjik, peneliti Lubang Resapan Biopori Kamir R. Brata dari Fakultas Pertanian IPB, Wakil Bupati Bogor, Wakil Walikota Bogor, Pejabat penting lainnya, serta sejumlah sivitas akademika IPB. (wrw)