Indonesian Ecology Expo 2014 FEMA IPB, Local Knowledge: Sustainability Environment Based on Culture

Indonesian Ecology Expo 2014 FEMA IPB, Local Knowledge: Sustainability Environment Based on Culture

DSC_5157
Berita

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (BEM FEMA IPB), kembali menggelar Indonesian Ecology Expo (INDEX), di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) IPB, Kampus IPB Dramaga, Bogor (2/11). Di tahun 2014 ini, INDEX yang diselenggarakan merupakan yang ketujuh. Acara puncak INDEX 2014 adalah Seminar Nasional bertema Local Knowledge: Sustainability Environment Based on Culture.

INDEX merupakan wadah untuk menuangkan kreativitas mahasiswa dalam bentuk aksi kepedulian terhadap pembangunan desa berbasis kearifan lokal, sekaligus sarana utama untuk memperkenalkan ekologi kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran kritis masyarakat akan pentingnya menjaga dan berinteraksi secara arif dengan lingkungan tempatnya hidup.

"Acara puncak INDEX 2014 juga disertai Expo yang menghadirkan  produk-produk dari sejumlah usaha kecil menengah yang ada di wilayah Bogor. Sementara itu, Talkshow bertema Membangun Desa Berbasis Kearifan Lokal diharapkan dapat menjadi implementasi bagi Indonesia yang mempunyai potensi budaya yang sangat kaya. Disamping itu, Indonesia juga mempunyai tradisi pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal. Seminar yang diselenggarakan juga membahas  mengenai relevansi kearifan lokal dalam rangka membangun negara. Hal ini tentu diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dari berbagai krisis ekologi yang semakin memprihatinkan di negeri ini. Karenanya, besar harapan kami, kegiatan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Ketua Panitia INDEX 2014 dari BEM FEMA IPB, Ferdhian Irvandiaz.

Tak ketinggalan, Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, Dr. Arif Satria, menyatakan dalam sambutannya, “INDEX 2014 merupakan momentum dan gerakan kultur untuk mengajak masyarakat untuk bisa memecahkan masalah lingkungan dan mengubah gaya hidup masyarakat yang tidak sehat menjadi lebih prolingkungan. Karena itu, dari kegiatan ini dapat dihasilkan minimalisasi kerusakan akibat pencemaran lingkungan.”

“Yang paling utama, pendidikan harus ditingkatkan. Belajar dan terus mencari ilmu harus disertai komitmen dan semangat yang tinggi untuk maju dan berkembang lebih baik. Karena itu, pendidikan harus dihargai, pendidikan harus dilakukan dengan serius. Belajar sebaik-baiknya untuk mencari ilmu pengetahuan. Acara semacam ini hendaknya terus digalakkan," tambah Dr. Arif.

Kemudian dilanjutkan dengan Talkshow bertema Pembangunan Desa Berbasis Kearifan Lokal dengan tiga narasumber, yaitu Deputi Bidang Pengembangan Daerah Khusus Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) Dr. Ir. Suprayoga Hadi, Ketua Bidang Politik Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB sekaligus dosen mata kuliah Ekologi Politik pada Program Studi Pascasarjana Sosiologi Pedesaan IPB Dr. Ir. Arya Hadi Dharmawan, M.Sc.Agr, dan Yance Arizona, dari Law Department, President University, Epistema Institute.

INDEX 2014 dimulai sejak tanggal 2 September 2014, dengan rangkaian kegiatan meliputi:

(1) Lomba Esai, Fotografi, Film Dokumenter, Ecodiction, dan Pawai;

(2) Real Action sebagai aksi nyata mahasiswa untuk mempelajari budaya dan kearifan lokal;

(3) Expo budaya dan lingkungan;

(4) Talkshow mengenai implementasi kearifan lokal sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. (AWL)