Pelatihan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) Mahasiswa MSP IPB
Dalam rangka kegiatan wajib Ko-Kurikuler dengan tema Penerapan Keselamatan Kerja di Lapangan, serta menghasilkan lulusan sarjana strata satu yang memiliki daya saing untuk menghadapi dunia kerja, Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) mengadakan pelatihan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) yang ditujukan untuk mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan angkatan 48. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 11-12 Oktober 2014.
Hari pertama kegiatan pelatihan dilaksanakan di Ruang Manajemen Sumberdaya Perikanan 1 (MSPi-1) Lantai 4 Wing 3 Gedung Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – IPB. Agendanya adalah pembekalan safety prosedur aktivitas luar ruang dari Indonesia Nature Film Society. Pelatih dalam Pembekalan K3LL ini adalah Bapak Wahyu Mulyono yang merupakan alumni MSP angkatan 33, serta kedua rekannya Kak Aming dan Kak Yopi. Materinya tentang Manajemen Perjalanan dan Ekspedisi. Mahasiswa diajarkan pentingnya mengenal kendala atau hambatan dari alam ketika melakukan aktivitas di alam beserta cara menanganinya. Pada prinsipnya, ada empat macam tahap yang harus dilakukan dalam kegiatan ekspedisi, yakni: tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian atau pasca lapangan.
Kelas dibagi menjadi delapan kelompok diskusi berdasarkan tema atau tim penelitian. Kemudian setiap kelompok ditugaskan membentuk struktur manajemen yang terdiri dari ketua, koordinator lapang, bagian medis, bagian konsumsi, bagian logistik transportasi, bagian administrasi keuangan, dan bagian lainnya. Tujuannya adalah agar tim memiliki pembagian tugas dan manajemen yang jelas dalam pelaksanaan penelitiannya. Selanjutnya tim menganalisis hambatan atau kendala teknis serta bahaya apa saja yang mungkin terjadi selama penelitian dan bagaimana mengatasinya. Tim juga harus menyiapkan daftar perlengkapan keamanan yang dibutuhkan dalam menjamin keamanan dan kelancaran penelitian.
Materi selanjutnya yang juga tak kalah penting adalah mengenai penyakit Hypotermia yang sering terjadi. Hypotermia didefinisikan sebagai keadaan suhu inti tubuh yang lebih rendah dari 35 derajat Celcius. Hal ini dapat terjadi secara tiba-tiba pada saat seseorang terlalu lama berada di dalam air dingin atau beberapa waktu setelah pemaparan terhadap suhu dingin.
Materi hari pertama diakhiri dengan pembekalan tentang tata cara menyeberang sungai sebagai sebuah hambatan yang wajib diketahui. Teknik-teknik menyeberang sungai akan disimulasikan pada hari berikutnya.
Kegiatan pelatihan hari kedua dilaksanakan di Danau LSI, Kampus IPB Dramaga. Konsep dari kegiatan hari kedua ini adalah simulasi teknik penye-berangan sungai dan pelatihan Basic Sea Survival (BSS). Materi BSS yang diajarkan meliputi tata cara membentuk Heat Escape Lessening Procedure (HELP) Position yang bertujuan mengurangi kehilangan panas tubuh, HUDDLE Position yang berfungsi saling menghangatkan tubuh, renang berkelompok, dan cara membawa korban saat berada di dalam air. Setelah selesai pelatihan di danau, mahasiswa kembali ke kelas untuk tanya jawab, evaluasi dan penutupan. Acara pelatihan ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa MSP 48 dengan para pelatih. (Dept. MSP)
