IPB menjadi Tuan Rumah 37 The International Forestry Students Symposium on Forest Conservation
Melestarikan
hutan merupakan upaya penting sebagai salah satu cara untuk mengatasi pemanasan
global. Saat ini pemanasan global sudah menjadi persoalan dunia. Untuk
itu Asosiasi Internasional Mahasiswa Fakultas Kehutanan atau International
Forestry Student Association menggelar 37
The International Forestry Students Symposium on Forest Conservation. Acara
yang mengangkat tema youth's Role in Abbreviating the Long Process ini di gelar
di Auditorium Andi Hakim Nasution. (27/7)
Pertemuan
mahasiswa kehutanan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan antar
Negara untuk menggalang masukan-masukan dari seluruh dunia. Pada pertemuan yang
ke 37 ini IPB mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah setelah Afrika
Selatan pada tahun 2007 mendapat kesempatan tersebut
Materi yang
dibahas dalam symposium internasional kali ini diantaranya membicarakan
berbagai terobosan dan tantangan dari forum mahasiswa dalam melestarikan hutan
juga dibahas manajemen mempertahankan hutan pada wilayah tropis dan kontribusi
hutan terhadap pemanasan global.
Menteri
Kehutanan, MS Kaban dalam sambutannya berharap melalui simposium ini dapat
memberikan langkah nyata dari mahasiswa untuk membangun kesadaran dalam
meningkatkan kepedulian melestarikan hutan dan ekosistemnya.
Dunia percaya
bahwa hutan tropis di Indonesia yang memiliki luas sekitar 120 juta hektar dapat
menyerap karbon dan mengontrol perubahan iklim. Sektor Kehutanan menjadi lebih
kompleks permasalahannya. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi
generasi muda untuk menanam lahan-lahan kritis di seluruh dunia yang diakibat
oleh illegal loging, kebakaran hutan dan penebangan liar. Upaya penanaman ini
merupakan langkah paling mudah yang
harus dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim tersebut. Untuk itu dukungan dari mahasiswa sangat dibutuhkan, tandasnya.
Nada sama
diucapkan oleh wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Yonny
Koesmaryono,. Melalui simposium ini mahasiswa yang tergabung dalam
The International
Forestry Students khususnya dapat memberikan aksi nyata untuk membangun
kesadaran dan memberikan ide-idenya untuk menyelamatkan hutan.
Acara yang
dihadiri oleh kurang lebih 80 mahasiswa yang berasal dari berbagai negara ini
rencananya akan menanam sekitar 1000 pohon di daerah Jogyakarta dan Jawa Timur.(dh)
