IPB Terjunkan 670 Mahasiwa FKH Pemeriksa Hewan Qurban

IPB Terjunkan 670 Mahasiwa FKH Pemeriksa Hewan Qurban

Berita

IPB kembali menerjunkan 670 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan untuk memeriksa hewan dan daging Qurban pada Idul Adha 1429 H, di sekitar Jakarta, Bogor, Tangerang dan Depok.

Pelepasan mahasiswa tersebut dilakukan pada acara bertajuk "Pelepasan Petugas Pemeriksaan Hewan Qurban 1429 H (4/12) di FKH, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Penerjunan mahasiswa FKH tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Para mahasiswa diberikan tanggungjawab lebih dengan wilayah lebih luas yaitu sampai meliputi daerah kepulauan seribu.

Untuk wilayah DKI Jakarta diterjunkan sebanyak 270 orang termasuk 6 orang diterjunkan di Kota Administratif Kepulauan Seribu, 125 orang di Kabupaten Bogor, 142 orang di Kota Bogor, 68 orang di Kota Depok, 54 orang di Kota Tangerang dan 10 orang di sekitar Kampus IPB.

Ketua Pelaksana yang juga Ketua Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dr. drh. Fajar Satria mengatakan, mahasiswa ini sebelumnya telah dilatih selama dua minggu mengenai teori dan praktik anti mortem dan post mortem.

"Rencananya mereka akan diberangkatkan pada hari H untuk wilayah DKI Jakarta, H-1 untuk Kota Depok, Tangerang, Kepulauan Seribu dan Kabupten Bogor, dan yang diterjunkan di sekitar kampus pada hari Minggu (7/12) untuk pemeriksaan anti mortem dan survei lokasi," ujarnya.

Sementara itu, Dekan FKH Dr.drh. I Wayan Teguh Wibawan,M.S., mewakili Rektor IPB berpesan kepada mahasiswa yang bertugas memeriksa hewan dan daging qurban ini untuk selalu menjaga citra IPB di mata masyarakat dengan berperilaku yang baik.

"Rektor IPB mengatakan sangat senang karena masyarakat masih mempercayai FKH IPB untuk tampil di garda terdepan dalam memeriksan hewan dan daging qurban, sehingga tidak memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat akan hewan dan daging yang sehat semakin membaik," ujarnya.

Dekan juga berpesan, dalam pelaksanaan tugas nanti para mahasiswa diharapkan untuk selalu bersikap hati-hati terhadap penyakit-penyakit hewan baik itu yang populer seperti anthrax atau penyakit kronis yang tidak tampak sebagai penyakit seperti Fasciola Gigantica.

Hadir juga pada pada pelepasan ini, Ketua Departemen Anatomi, Fisiologi, dan Farmakologi FKH Dr. drh. Agik Suprayogi. (man)