Wacana Pengalihan Dana CSR Resahkan UKM Mitra

Wacana Pengalihan Dana CSR Resahkan UKM Mitra

Berita
Adanya wacana yang dilontarkan Kementrian BUMN tentang perubahan status dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), membuat perusahaan-perusahaan di bawah BUMN menghentikan sementara penyaluran dana CSRnya. Keresahan juga dirasakan UKM-UKM yang mendapatkan bantuan modal dari dana PKBL atau CSR perusahaan BUMN. Contohnya Pertamina. Saat ini, alokasi dana PKBL dan CSR Pertamina sebesar 16 triliun, sudah menggandeng 100.000 UKM mitra.
 
“Jika terjadi perubahan kebijakan dimana dana tersebut dirubah menjadi bisnis expend maka, pertanggungjawaban 1`6 triliun nanti seperti apa. Saya pastikan akan terjadi chaos seperti dulu yang terjadi dengan Koperasi. Selain itu, UKM-UKM yang mendapatkan bantuan modal akan resah dan gelisah bahkan bisa langsung bangkrut karena di tengah jalan dananya tidak ada. Untuk itu, saat ini kami sedang melakukan lobi agar kebijakan itu tidak jadi disahkan,” ujar Dr. Sugiharto, SE. MBA Komisaris Utama PT. Pertamina saat menjadi narasumber Talkshow “Peran PKBL/CSR di Sektor Agribisnis dan Lingkungan Hijau” dalam rangka Agrinex Expo 2013 di Jakarta Convention Center (5/4).
 
PKBL punya aspek politik ekonomi untuk memajukan kesejahteraan rakyat dimana seluruh perusahaan  BUMN maksimum menyisihkan net profitnya 2% untuk dana bergulir yang disebut Program Kemitraan (PK). Kemudian ada Bina Lingkungan (BL) atau CSR sebesar 2%. “Banyak yang menyalurkan tetapi banyak yang belum mencapai 4%. Khusus BUMN yang bergerak di bidang sumberdaya alam ada tambahan yang namanya CSR. Jadi ada 2% dana PK, ada 2% dana BL dan ada 2% lagi dana CSR,” ujarnya.
 
Sementara itu, narasumber dari IPB Prof. Herry Suhardiyanto MSc (Rektor IPB) dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Dana PKBL yang diterima perguruan tinggi selama ini diarahkan untuk beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. “Selain itu, dana tersebut juga kami gunakan untuk biaya penelitian baik mahasiswa maupun dosen untuk menemukan inovasi-inovasi baru,” ujarnya.(zul)