Reyog Ponorogo Goes To Campus
Keluarga Mahasiswa Ponoroga ‘ Manggolo Putro' Institut Pertanian Bogor (IPB) mempersembahkan pagelaran Reyog Ponorogo dalam acara Gebyar Nusantara ‘Reyog Ponorogo Goes to Campus' Minggu (2/12) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga. Pagelaran Reyog ini memukau sekitar 3 ribu penonton. Diantara penonton hadir Rektor IPB, Prof Dr Ahmad Ansori Mattjik dan istri, Wakil Rektor III Universitas Muhamadiyah (UNMUH) Ponorogo, Drs. H. Zainun Shofwan, MSI dan staf, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Gunardi dan Staf, Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. Agus Lelana, SPMP, M.Si serta Dosen IPB asal Ponorogo.
"Penampilan Reyog Ponorogo Goes To Campus ini dalam rangka memperkenalkan dan meningkatkan rasa bangga dan cinta terhadap kesenian daerah, khususnya Reyog Ponorogo," kata Penasehat Keluarga Mahasiswa Ponorogo Manggolo Putro IPB, Dr. Sriani Sujiprihati. Pertunjukan tersebut bukan merupakan reaksi atas isue klaim Malaysia terhadap Reyog. Namun, lanjut Sriani, pertunjukan tersebut merupakan salah satu program kerja Keluarga Mahasiswa Ponorogo di IPB (KMPB) "MANGGOLO PUTRO" yang sudah dipersiapkan sejak Juli 2007. "Kebetulan saja momennya tepat dengan maraknya isue tersebut," tandas Staf Pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB ini.
Penonton sangat kagum dan terpesona oleh kelincahan dan keindahan tarian Reyog tersebut. Pemain dan penabuh gamelan, semuanya mahasiswa UNMUH Ponorogo yang tergabung dalam Paguyuban Seni Reyog Mahasiswa Simo Budi Utomo UNMUH Ponorogo. Rombongan kesenian ini berjumlah 60 orang terdiri dari para pemain, pembina, Wakil Rektor III UNMUH, dan Kepala Dinas Pariwisata beserta staf.
Sebagai pembuka pagelaran, para Warok tampil dengan gagah dan "sangar" menandakan kehebatan dan kewibawaannya. Kemudian disusul oleh Jathil menggambarkan pasukan berkuda yang bertugas sebagai pengawal. Pujangganong menyusul dengan ciri khas topeng sangar, mempunyai kelincahan dalam berperang, lucu, dan cekatan. Pujangganong, Patih dari Prabu Klono Sewandono yang merupakan Raja Kerajaan Wengker (Ponorogo). Terakhir, muncul dua buah Dhadak Merak, menggambarkan Singa Barong yang merupakan saingan Prabu Klono Sewandono dalam memperebutkan Dewi Songgolangit, yang cantik jelita, putri dari Kerajaan Kediri, untuk dijadikan isteri.
Penyelenggaraan Reyog Ponorogo Goes to Campus dapat terselenggara baik atas kerjasama dan bantuan berbagai pihak antara lain: Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo, Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Institut Pertanian Bogor, Badan Eksekutif Mahasiswa IPB, KMPB Manggolo Putro, Paguyuban Seni Reyog Mahasiswa "Simo Budi Utomo" Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Di akhir pagelaran, Ketua Rombongan (WR III, UNMUH, Ponorogo) menyampaikan kenang-kenangan kepada Rektor IPB, berupa miniatur Reyog Ponorogo. Demikian juga Rektor IPB memberikan cindera mata untuk Rombongan Kesenian ini. (buani/*ris).
