FPIK IPB Gelar Simposium Internasional Perikanan

FPIK IPB Gelar Simposium Internasional Perikanan

Berita
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK- IPB) bekerjasama dengan Kementerian Perikanan dan Ilmu Kelautan RI, Tokyo University of Marine Science and Technology Jepang dan Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia menggelar acara The First Internasional Symposium on Aquatic Products Processing  dengan tema " Maximizing Benefits and Minimizing Risk on Aquatic Products Processing: Blue  Economy Approach ".  Acara ini digelar di IPB International Convention Center,  Rabu (13/11).
 
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ( FPIK-IPB), Prof. Indra Jaya menyampaikan, kualitas produk perikanan menjadi topik populer saat ini.  “Dalam simposium ini dibahas tidak hanya bagaimana Kita melihat praktik- praktik hasil  produk perikanan, tapi juga supply chain system, aspek finansial, stakeholder  terutama di Indonesia yang banyak mengelola hasil perikanan  masih penggunakan cara tradisional,” ujar Prof.Indra.
 
Prof. Indra berharap dari simposium ini akan ditindaklanjuti dengan program aksi ke arah aplikasi industri. Dalam acara ini  juga dipamerkan produk perikanan seperti aneka keripik, kerupuk ikan, abon ikan, aneka produk kerajinan dari kulit ikan dan paket wisata laut.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasaran Produk Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Ir.Saud Parulian Hutagalung  menyampaikan pendekatan dalam mengelola hasil perikanan  yang paling efektif adalah dengan mengimplementasikan ekonomi biru ke industri.  Hal tersebut dapat memperkuat industri, ramah lingkungan, menjadi nilai tambah dan meningkatkan daya saing. Dengan mengintegrasikan industri blue economy dan minapolitan dapat meningkatkan income dan lapangan kerja. Tidak hanya itu, selain ramah lingkungan dan tidak ada produk yang terbuang (zero waste). Pada kesempatan tersebut Ir.Saud yang juga alumni IPB tersebut dinobatkan sebagai pionir dalam pengembangan  pemasaran roduk hasil perikanan. Selain itu, dalam simposium ini juga di-launching  Seafood Update Magazine yang akan diterbit empat bulan sekali. Rencananya simposium ini akan digelar secara rutin setiap tahunnya. (ddh)