Reporter Berprestasi itu Kini Telah Tiada

Reporter Berprestasi itu Kini Telah Tiada

Berita

Bagi narasumber dan sivitas akademika Institut Pertanian Bogor (IPB), nama Rahman Hadi Muharam, ST tak asing lagi. Reporter berprestasi itu, Kamis (6/3) pukul 19.50 WIB di Rumah Sakit Karya Bakti telah berpulang ke Rahmatullah. Banyak tulisan hasil reportasenya dalam Pariwara IPB Dwiharian, Pariwara Wisuda, Buletin Pesona Lingkar Kampus dan majalah Agrimag, banyak menghiasi meja tamu di unit-unit kerja di lingkungan IPB.

Reporter berprestasi, sang pekerja keras ini tak pernah menolak dan selalu siap ditugaskan kapan saja. "Iya, almarhum itu orangnya asyik, tak pernah mengeluh dan bersedia ditugasin kapan pun, di manapun," kata Dedeh Hartati, SSi, Koordinator Liputan (Korlip) pemberitaan IPB.

Salah satu pembaca setia Pariwara IPB, Prof. Dr. Ari Purbayanto menyampaikan bela sungkawa dan menilai almarhum adalah reporter yang baik, "Terakhir saya diwawancara almarhum saat pemilihan anggota Senat Akademik dalam sidang Dewan Guru Besar IPB. Orangnya baik dan santun dalam wawancara."

Kepergian Rahman, reporter yang kalem dan pernah jadi reporter di koran lokal Bogor ini banyak yang tak percaya. "Dia itu baik banget Pak," kata Laily Kotto wartawan Antara yang biasa meliput kegiatan IPB. "Tulisan pers rilisnya bagus dan enak dibaca, sehingga banyak membantu kami dalam pengumpulan data-data, " tambahnya.

Rahman, reporter yang mempunyai banyak kawan ini telah dimakamkan Jumat (7/3) di Desa Cikarawang, bersebelahan dengan makam Ayahandanya. Rahman kini telah menghadap sang Khaliq, meninggalkan istrinya, Siti Zulaedah, tiga putranya: Rasya, Fathan dan Fakhri,  keluarga besarnya, teman-temannya dan pembacanya. Selamat jalan Rahman. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untukmu. (Wly)