IPB Tebar 971 Mahasiswa KKP di 13 Kabupaten dan Perusahaan

IPB Tebar 971 Mahasiswa KKP di 13 Kabupaten dan Perusahaan

Berita
Institut Pertanian Bogor (IPB), akan menebar sekitar 971 mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) di 13 Kabupaten dan beberapa perusahaan. Hal itu disampaikan pada kegiatan “Kuliah Pembekalan KKP”, Sabtu (20/4) Gedung Grha Widya Wisuda, Bogor.
 
Kuliah Kerja Profesi ini akan dilaksanakan selama dua bulan dari tanggal 1 Juli – 31 Agustus 2013. Adapun tiga belas kabupaten itu adalah Indramayu, Subang, Krawang, Bekasi, Bogor, Brebes, Tegal, Pekalongan, Garut, Nusa Tenggara Timur, dan Cilacap.  Sedangkan perusahaan yang akan didatangi mahasiswa KKP IPB adalah PT. Agrolestari dan Arutmin.
 
Peserta KKP adalah mahasiswa dari Fakultas Pertanian (423 orang), Fakultas Ekologi Manusia (338 orang), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (194 orang), dan Fakultas Peternakan (16 orang).
“Tema KKP tahun ini  adalah Mencerdaskan Kehidupan Bersama Masyarakat dalam Mewujudkan Keberdayaan Menuju Kemandirian. Bukan hanya IPB yang melakukan KKP, tapi juga perguruan tinggi lainnya juga ikut bergabung,” ujar Wakil Ketua LPPM Bidang Pengabdian Masyarakat IPB, Dr Ir Prastowo M Eng.  Menurutnya, ada sekitar 21 perguruan tinggi negeri yang akan melakukan KKP bersama termasuk 10 orang perwakilan mahasiswa IPB, berlokasi di Aceh Besar.
 
 Selama KKP, mahasiswa IPB akan melakukan beberapa kegiatan, diantaranya  adalah identifikasi potensi wilayah, kaji tindak, penyuluhan, pendidikan (kursus, pelatihan, dsb) dan fasilitator.  Kegiatan Kuliah Pembekalan KKP ini di buka oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Prof. Dr. Anas M Fauzi.  Dalam sambutannya Prof. Anas berpesan agar mahasiswa IPB, dapat menjadi fasilitator dengan berazaskan: berkedaulatan, berkeadilan dan keberlanjutan.
 
“Jangan lupa juga kabarkan kepada masyarakat bahwa tahun 2015 kita akan mengalami era baru Asean Economic Community, dimana era baru itu adalah era kebebasan dalam arti semua barang akan masuk dengan bebas termasuk modal dan inovasi. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih siap menghadapai era tersebut dan memiliki modal kuat untuk menghadapinya,” ujar Anas. (man)