Peluncuran Varietas Baru IPB Sekaligus Curhat Petani

Peluncuran Varietas Baru IPB Sekaligus Curhat Petani

Berita

IPB meluncurkan 20 varietas baru hasil temuan para peneliti IPB, Minggu (3/10) pada acara Hari Temu Lapangan Petani di Kampus IPB Darmaga Bogor. Peluncuran ditandai dengan penyerahan bibit unggul kepada H. Mansur, perwakilan petani dari Cianjur, oleh Menteri Pertanian (Mentan) Suswono didampingi Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., dan Direktur Eksekutif IM-HERE Prof.Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, selaku penyelenggara.

Varietas-varietas baru tersebut adalah Padi IPB 1R Dadahup, Padi IPB 2R Bakumpai, Cabai IPB CH3, Cabai Pesona IPB, Cabai Seloka IPB, Kentang DEA, Pepaya Arum Bogor 1, Pepaya Carisya, Pepaya Sukma Sukabumi, Pepaya Carlia, Pepaya Callina, Alpukat MIKI, Pisang Kepok Unti Sayang, Nenas PK-1, Melon Bright Meta, Melon Equator Meta, Melon Orange Meta, Melon Snow White Meta, dan Melon Sunrise Meta.

Kegiatan Hari Temu Lapangan Petani yang berlangsung sejak tangal 1 Oktober 2010 ini menurut Rektor IPB adalah sebagai bentuk komitmen dan konsistensi IPB dalam rangka memajukan pertanian  di negeri ini, sejak IPB ini didirikan 47 tahun lalu.

“Acara ini juga persembahan IPB untuk bangsa dan negara melalui kerja keras para peneliti IPB yang telah tekun mengembangkan varietas baru yang unggul. Sayangnya, ketika telah menjadi varietas unggulan, malah disebut varietas dari negara lain. Contohnya Pepaya Callina IPB 9 adalah temuan dari Prof.Dr. Sriani Sujiprihati, tetapi ketika masuk swalayan malah diplesetkan menjadi Pepaya California. Padahal sangat tidak mungkin buah pepaya tumbuh di California Amerika Serikat yang memiliki iklim sub tropis,” tutur Rektor panjang lebar.

Curhat

Peluncuran Varietas dirangkai dengan acara Sambung Rasa dengan sekitar 300 orang petani yang berasal dari Bogor, Cianjur, Sukabumi, Indramayu, Brebes, Pekalongan dan Pandaan Jawa Timur. Acara Sambung Rasa ini menjadi ajang curhat para petani kepada Mentan.

Katir misalnya, petani dari Pekalongan Jawa Tengah ini mengeluhkan sulitnya memperoleh dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia mengaku dipersulit oleh petugas bank. Hal ini berbeda dengan penjelasan Mentan yang mengatakan untuk dana KUR senilai 20 juta rupiah, tidak perlu memakai agunan. Begitu pula jika ingin meminjam  100 juta rupiah, agunan yang disyaratkan hanyalah senilai 20 juta rupiah saja.

Karena itu, Mentan menyarankan para petani yang memiliki masalah seputar pertanian untuk melaporkannya ke Kementerian Pertanian RI melalui SMS Center 081383034444.

“Kalau ternyata di lapangan ada yang mempersulit, minta bantuan penyuluh untuk mendampingi, atau laporkan melalui sms center, sebutkan nama bank yang mempersulit berikut nama petugasnya, agar kami ketahui untuk ditindaklanjuti. Karena sesungguhnya Presiden SBY pun ingin segera dana KUR ini terserap semua oleh para petani,” papar Mentan.

Sementara itu, Ahmad Bastari, Ketua Kelompok Tani Hurip Desa Cikarawang Bogor, menjadikannya sebagai ajang promosi Tepung Ubi Jalar. Hasilnya, Mentan siap memfasilitasi dengan membantu menghubungkan pemasaran tepung ubi yang sudah dikemas dengan bagus tersebut. “Apalagi di kemasannya ada logo IPB, pasti laku,” ujar Mentan saat mengunjungi stand-stand Pameran UMKM Desa-desa Lingkar Kampus IPB. (nm)