PPLH-IPB: Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Terlengkap di Indonesia

PPLH-IPB: Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Terlengkap di Indonesia

Berita
Pertumbuhan dan perkembangan aktivitas industri yang kian kompleks dan
beragam menuntut industri untuk memenuhi ketentuan hukum berupa Audit
Lingkungan secara periodik setiap 1, 2, 3, 5, atau 10 tahun sekali.
Kondisi ini jelas membutuhkan sumberdaya Auditor Lingkungan.
 
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) yang bernaung di bawah
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian
Bogor (LPPM-IPB) telah diakui kompetensinya dalam melatih para calon
Auditor Lingkungan. Lembaga yang berdiri sejak tahun 1976 ini telah
mengantongi sertifikat registrasi No. 03 Tahun 2014 sebagai  Lembaga
Pelatihan Kompetensi (LPK) Auditor Lingkungan.  Ini merupakan bentuk
pengakuan secara resmi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).  Di
Indonesia saat ini, baru tiga institusi yang memegang lisensi sebagai
LPK Auditor Lingkungan.  Pun demikian dengan personil Auditor
Lingkungan di negeri ini masih bisa dihitung dengan jari.  Ini
berarti, karir sebagai Auditor Lingkungan sangat terbuka lebar dan
menjanjikan.
 
Selain sebagai LPK Auditor Lingkungan, PPLH-IPB telah terlebih dahulu
diakui oleh KLH sebagai LPK Amdal, Lembaga Penyedia Jasa Penyusun
Dokumen Lingkungan (LPJP).  Dalam hal analisis kualitas lingkungan,
Laboratorium Lingkungan PPLH-IPB juga telah terakreditasi oleh Komite
Akreditasi Internasional (KAN) ISO 17025 dan dinobatkan sebagai
laboratorium rujukan.
 
Berbekal kelengkapan kompetensi, registrasi, dan lisensi tersebut,
maka PPLH IPB siap dan kompeten untuk berkiprah dalam pengelolaan
lingkungan.  Dimilikinya kompetensi, registrasi, dan lisensi ini juga
mengantarkan PPLH IPB menjadi pusat penelitian lingkungan hidup
terlengkap di negeri ini.  Pengakuan terhadap kelengkapan perangkat
dan kepiawaian PPLH IPB terwujud melalui kepercayaan yang diberikan
oleh banyak instansi lingkungan hidup di Indonesia diantaranya dalam
bentuk permintaan kajian ilmiah kebijakan lingkungan, pelaksanaan
diklat lingkungan, narasumber pengelolaan lingkungan, bimbingan teknis
pengelolaan lingkungan di daerah, dan sebagainya.
 
Instansi pemerintah, perusahaan nasional dan multinasional banyak
menjalin kemitraan dengan PPLH IPB baik dalam pelaksanaan kajian
Amdal, kajian UKL-UPL, kajian Environmental Baseline Assessment (EBA),
Biodiversity Assessment, Penentuan Sensitivitas Lingkungan,
Implementasi RKL-RPL, kajian Social Mapping, Kajian CSR, dan
sebagainya.  Dalam bentuk peningkatan manpower, juga dilakukan
penugaskan para staf Health Safety Environment perusahaan tersebut
untuk menimba ilmu praktis melalui berbagai jenis diklat.
 
Dalam bidang riset, PPLH IPB telah lama menjalin kemitraan dengan
Osaka Gas Foundation, Jepang.  Salah satu luaran dari riset dan
kerjasama ini adalah “Model Desa Mandiri Energi di Sekitar Taman
Nasional Gunung Halimum-Salak”.  Di Desa binaan ini, masyarakat
terpencil tidak hanya diterangi dengan listrik berbasis mikrohidro,
tapi diberi pemahaman tentang peran dan pentingnya konservasi, dengan
melakukan pembibitan dan penanaman berbagai jenis tumbuhan.
Terdapat tiga divisi yang menyokong kiprah PPLH IPB dalam bidang
pengelolaan lingkungan yakni: Divisi Penelitian, Divisi Pendidikan dan
Latihan, serta Divisi Pelayanan Jasa dan Konsultasi Masyarakat.
Kegiatan PPLH IPB juga ditopang oleh 3 laboratorium yaitu:
Laboratorium Lingkungan (analisis kualitas air dan kualitas udara);
Laboratorium Spasial Lingkungan (interpretasi citra satelit, analisis
data digital, GIS, dan sebagainya); dan Laboratorium Bioteknologi
Lingkungan (domestikasi dan pengembangan tumbuhan eksotis, langka,
komersial, tumbuhan hutan, tanaman hias, dan tumbuhan lahan marjinal
dengan teknologi kultur jaringan berupa perbanyakan tanaman secara
vegetatif via pengisolasian protoplasma)