Tekad Kuat Menjadi Modal Meraih Cita-Cita
Tekad yang kuat, mungkin inilah yang menjadi modal bagi Santi Apriliani, Juara Umum di SMAN 2 Trenggalek yang kini diterima di Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB. Saat proses wawancara Bidikmisi di Common Class Room (CCR), Kampus IPB Darmaga (2/9), Santi menuturkan kisahnya saat terpaksa memupuskan cita-citanya setahun silam karena masalah biaya.
Kegembiraan karena diterima di universitas negeri di Jawa Timur tidak berlangsung lama setelah Ia diwajibkan membayar uang pangkal sebesar 12 juta. “Waktu itu saya dengan ibu saya bahkan berusaha ke bagian akademik untuk meminta penangguhan atau apakah ada jalan keluar lain. Kata orang bagian akademiknya, uang tersebut harus dibayarkan, setengahnya pun boleh. Namun kami mengalami jalan buntu, bagi kami setengahnya pun sudah sangat besar buat keluarga dengan pendapatan per bulannya minim, “ tuturnya.
Peluang untuk menggapai cita-cita hilang sudah. Santi kemudian memilih menjadi penjaga toko milik pamannya di Jakarta. “Saya sempat ingin menyerah, namun berkat dukungan sahabat-sahabat saya, lalu saya putuskan untuk menggapai impian saya, “ tandasnya.
Selama hidup di Jakarta, setiap malam Santi selalu mengulang pelajaran yang pernah diterimanya semasa SMA. Gaji per bulan yang diterima tak seberapa besar yakni 400 ribu rupiah. Dengan uang yang minim itu, Santi masih berupaya agar bisa menabung minimal 100 ribu rupiah per bulannya. Untuk apa? ternyata setelah setahun bekerja uang tersebut digunakannya untuk meriah mimpinya yang tertunda.
“Saya gunakan uang tersebut untuk mendaftar kembali ke perguruan tinggi melalui SNMPTN tertulis dan untuk mengurus berkas administrasi mendaftar Bidikmisi. Sisanya mungkin masih cukup untuk biaya hidup sebulan di Bogor. Saya memilih IPB karena kecintaan saya terhadap Biologi. Namun mengingat IPB adalah universitas favorit dan tingkat persaingannya tinggi saya sempat tidak yakin bahwa saya akan lolos. Namun alangkah kagetnya saya saat tahu bahwa saya diterima di IPB. Tak terelakkan kebahagiaan saya. Saya kemudian bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini,” ujarnya saat melakukan registrasi ulang mahasiswa baru IPB. Kebahagiaannya semakin terasa saat diumumkan bahwa Santi Apriliani berhak mendapatkan beasiswa Bidikmisi. (zul)
