SBY Bertemu Pimpinan Pascasarjana PTN se Indonesia
Strategi Manajemen Pembangunan Energi dan Pangan Harus Makin Tepat
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (7/8) menerima peserta pertemuan Pimpinan Pasca Sarjana Perguruan Tinggi (PTN) se Indonesia, di Istana Negara, Jakarta. Pada pertemuan ini, Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi tuan rumah yang diikuti 46 PTN yang berlangsung tanggal 5 – 7 Agustus 2008.
Presiden SBY dalam arahannya mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan perguruan tinggi, untuk terlibat dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan energi. "Pangan, energi dan pembangunan ini urusan besar, pemerintah pusat dan daerah, pihak swasta, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan masyarakat luas semua harus terlibat. Tidak boleh hanya diserahkan kepada pemerintah atau swasta atau litbang, semua harus bersinergi, " ujar Presiden.
Ditambahkan, kebijakan strategi manajemen pembangunan energi dan pangan harus makin tepat. "Yang masih relevan dipertahankan, yang masih baik jangan diganggu, yang nyata-nyata tidak cocok mari diubah. Ini negara, negara kita sendiri. Pemerintah, pemerintah kita sendiri. Kalau nyata-nyata tidak sesuai kendala kemampuan kita, kita ubah dan kita perbaiki. Banyak yang harus kita perbaiki. Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden. Saya sangat adaptif dan responsif terhadap semua itu," kata Presiden SBY.
Selain itu , lanjut Presiden, dengan realitas globalisasi, ada banyak faktor di luar jangkauan atau kemampuan bangsa Indonesia. "Oleh karena itu, tidak usah kecil hati, mari kita kreatif mencari opportunity di tengah kesulitan, "ujar Presiden SBY.
Sebelumnya, Dekan Sekolah Pasca Sarjana IPB, Prof.Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro,MS., menyerahkan hasil rumusan pertemuan pimpinan pascasarjana PTN seluruh Indonesia kepada Presiden SBY.
Prof Khairil yang juga ketua pelaksana pertemuan melaporkan, kegiatan pertemuan Pascasarjana PTN se Indonesia ini diadakan tiap tahun, tempatnya bergantian. Tahun 2008 ini IPB sebagai tuan rumah. "Ada empat tema yang dikupas dalam pertemuan ini. Pertama, pangan dan kedaulatan bangsa. Kedua, ancaman krisis energi. Ketiga, dekonstruksi politik pertanian dan pedesaan dalam penanggulangan kemiskinan, dan keempat, peningkatan akses, mutu dan relevansi program pasca sarjana," paparnya.
Saat menerima peserta Pimpinan PTN itu, Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Mentan Anton Apriyantono, Menpan Taufik Effendy, dan Menseskab Sudi Silalahi. Hadir juga Rektor IPB, Dr. Herry Suhardiyanto, MSc., Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan Prof. Hermanto Siregar, MSc., para Dekan serta pimpinan IPB lainnya. (win/man)
