HIMAKOVA IPB Gelar Seminar Hasil Surili 2010

HIMAKOVA IPB Gelar Seminar Hasil Surili 2010

Berita

Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA), Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE), Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Seminar Hasil Studi Ekspedisi Lingkungan (Surili) ke Sebangau dan Bukit Raya,  Jum’at ( 19 /11) di Kampus IPB Darmaga.

Pada bulan Agustus, sebanyak 70 mahasiswa HIMAKOVA IPB telah melakukan surili ke Sebangau  dan Bukit Raya, Kalimantan.  Di sana mereka mempelajari dan menginventarisir berbagai keanekaragaman hayati meliputi  jenis burung, primata,  kupu-kupu, reptilia, ampibi, tumbuh-tumbuhan, keadaan alam dan sebagainya.

“ Selain memberikan nilai penting bagi dosen dan mahasiswa,  kegiatan Surili  juga memberikan kontribusi yang berarti bagi pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, dalam tugas memanfaatkan kekayaan sumberdaya hayati untuk menunjang kehidupan yang lebih baik.  Aspek mutualisme dalam penyelenggaraan kegiatan ini perlu dikembangkan.  Harapannya ini bisa menyampaikan dan mendiseminasikan apa-apa yang ditemukan di lapang terkait kekayaan sumberdaya alam hayati,” papar Dekan Fakultas Kehutanan IPB, Dr.Hendrayanto. Khusus mahasiswa DKSHE IPB, mengingat pentingnya kegiatan ini, hendaknya HIMAKOVA membuka selebar-lebarnya untuk melakukan kegiatan konservasi .

Penasehat Himakova, Dr.Abdul Haris Mustari mengatakan kawasan konservasi Sebangau mempunyai luas sekitar  500 hektar yang sebagian besar terdiri dari  lahan gambut. “Luas hutan gambut Sebagau  18,89 persen dari total kalimantan 568 ribu hektar,” tandas Dr.Mustari.
Kepala Balai Taman Bukit Baka dan Bukit Raya (TBBBR), Sapto aji Prabowo, S.Hut, M.Si mengatakan Taman Bukit Baka dan Bukit Raya merupakan jajaran pegunungan schwanner yakni  komplek pegunungan yang membentang di Kalimantan. Luas TBBBR ialah 181 ribu hektar.  “ Banyak suku Dayak berdiam di TBBBR. Di sana nilai biodiversity sangat tinggi, merupakan  jantungnya borneo. Puncak pegunungan TBBBR adalah puncak pegunungan  Indonesia tertinggi  kedua setelah Kinabalu.  Kegiatan Himakova tersebut  sangat berarti untuk memberikan masukan atau rekomendasi dalam perencanaan pemanfaatan taman konservasi bagi pemerintah daerah,” jelas Sapto. (ris).