P2SDM IPB Gelar Rakor Program Pengembangan SDM, Pemberdayaan Masyarakat dan Posdaya
Selama dua hari (12-13/4), Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB bekerjasama dengan Yayasan Damandiri menggelar Rapat Korrdinasi (Rakor) Program Pengembangan SDM, Pemberdayaan Masyarakat dan Posdaya, bertempat di Ruang Sidang P2SDM Kampus IPB Darmaga. Rakor dikuti para koordinator pelaksana Program Pengembangan SDM dan Posdaya dari berbagai perguruan tinggi diantaranya UPI Bandung, Unisba Bandung, Uniku Kuningan, UMM Metro Lampung, dan IPB selaku tuan rumah. Dalam Rakor tersebut dipaparkan hasil-hasil kegiatan selama tahun 2008 oleh para koordinator program berikut diskusi penyempurnaan laporan 2008, yang diikuti pembahasan kisi-kisi proposal kegiatan tahun 2009 serta penyusunan draf proposal kegiatan 2009.
Pada kesempatan pembukaan Rakor hadir Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya, M.Eng (Kepala LPPM IPB), Prof. Dr. Haryono Suyono, MSc (Ketua Yayasan Damandiri), Dr. Ir. Illah Sailah, MSc (Koordinator Pengembangan SDM dan Posdaya Wilayah Jawa Barat dan Lampung), Dr. Rohadi Haryanto, MSC (Pengurus Yayasan Damandiri), Dr. Ir. Pudji Muljono (Pelaksana Harian Kepala P2SDM IPB).
Dr. Illah Sailah pada kesempatan tersebut mengatakan, “Rakor ini menjadi ajang kita untuk evaluasi apa-apa yang telah kita lakukan dan telah memberikan manfaat, apa-apa yang perlu diperbaiki, serta berembug apa yang akan dilakukan ke depan.” Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan pemberdayaan masyarakat mestinya menjadi ikon bagi perguruan tinggi. “Diknas semakin percaya bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat menjadi program yang semestinya menjadi atribut perguruan tinggi, karena inilah yang akan memunculkan daya saing, “ jelasnya. “Kami mohon dukungan Rektor untuk mematangkan konsep go field, sampai memiliki naskah akademiknya. Kami yakin go field akan mampu mengangkat citra pertanian melalui tangan-tangan mahasiswa yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, “ paparnya.
Prof. Bambang Pramudya memberikan apresiasi terhadap prakarsa P2SDM yang telah memprakarsai berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat selama ini. “Posdaya sangat strategis dalam memberdayakan masyarakat, “ tandas Prof. Bambang. “Pusat-pusat di bawah LPPM IPB seperti Biofarmaka, Seafast, P3K, PPLH dan lain-lain ke depan bisa dilibatkan dalam berbagai kerjasama untuk berbagai program pemberdayaan, “ imbuhnya. Diharapkannya, evaluasi program 2008 yang dilakukan pada hari itu akan menjadi acuan dalam pengembangan program-program di tahun 2009.
Pada kesempatan tersebut, “Bapak Pemberdayaan” Prof. Haryono Suyono menyampaikan Pengarahan Program 2009. Melalui presentasi menarik bertajuk ”Mengisi Posdaya untuk Merangsang Pemberdayaan Keluarga Menuju Keluarga Sehat, Cerdas dan Sejahtera”, Prof Haryono mengurai beberapa pesan yang bisa dijadikan sebagai spirit dalam penyusunan program 2009 diantaranya: membiarkan Posdaya berkembang sesuai dengan kekuatan yang ada dalam masyarakat. ”Biarkan masyarakat menjadi pemeran utama dalam proses pemberdayaan masyarakat, ” tandasnya. Dipaparkannya pula kisi-kisi program yang meliputi: prinsip utama, strategi pelaksanaan, acuan utama, ukuran keberhasilan, strategi pemberdayaan, serta pola pikir (mindset). Ditekankannya bahwa sasaran utama Posdaya adalah keluarga muda, remaja dan perempuan. Melalui tiga kluster program yakni ekonomi/wirausaha, pendidikan dan kesehatan, diharapkan menjadi mata rantai yang bisa menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. (nUr)
