Alumni IPB Bukan Kutu Loncat Lagi

Alumni IPB Bukan Kutu Loncat Lagi

Berita
Beberapa tahun lalu, perilaku beberapa alumni Intitut Pertanian Bogor (IPB) yang dianggap seperti kutu loncat sempat dikeluhkan perusahaan. Namun, dari hasil survei yang dilakukan oleh Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) IPB, dalam satu tahun terakhir, keluhan itu sudah tidak ada lagi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Hubungan Alumni, Ir. Nandi Kosmaryandi dalam Job Fair IPB 2013, di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Darmaga, Jum’at (25/10). Berdasarkan survei yang dilakukan DPKHA terhadap perusahaan mitra, mereka relatif cukup puas.
 
“Dulu, hasil  survei  dua tahun lalu masih ada ketidakpuasan untuk penempatan di luar daerah. Lulusan IPB dianggap kurang bisa survive di luar daerah Jawa. Tapi, tahun lalu hal itu sudah mulai turun. Di off farm, pekerjaan di kebun misalnya, sudah pada betah. Dulu suka dikenal kutu loncat, tiga bulan pindah. Juga team work yang dulu menjadi sorotan, survei terakhir team work-nya sudah cukup baik,” ujarnya.
 
Menurutnya ada beberapa faktor yang mendorong perubahan ini.  Seperti Program Goes to Field IPB yang memperkenalkan dunia nyata lapangan kerja pertanian dan Praktek Kerja Lapang (PKL) yang diterapkan di masing-masing departemen di IPB. Keduanya menjadi faktor yang membuat alumni IPB paham kondisi lapangan, sehingga mereka tidak kaget lagi saat ditempatkan di lapang.
 
Disisi lain, Ir. Nandi juga menyarankan kepada pihak pengguna agar tidak  kaku menjadikan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,00 sebagai saringan pertama.  “Untuk karakter orang di lapangan itu saringan utamanya jangan IPK, tapi komitmennya. Setelah beberapa perusahaan mengikuti saran kami, mendahulukan komitmen dari pada IPK, terbukti berpengaruh. Banyak yang betah dan yang menjadi kutu loncat juga berkurang,” ujarnya.
 
Job Fair IPB 2013
 
Job Fair ini adalah yang kedua digelar pada tahun 2013. Tujuannya ingin mendekatkan alumni IPB dengan perusahaan pengguna. Sehingga alumni IPB memperoleh kerjanya lebih cepat atau pendek masa tunggu. Alasan kedua adalah membangun kemitraan dengan perusahaan dimana alumni IPB banyak bekerja.
 
“Dengan begitu kita bisa melakukan survei performa alumni di perusahaan. Bagaimana kepuasan pengguna alumni karena kami ingin mendapatkan feedback yang nantinya akan kami sosialisasikan. Hasil survei ini bagi internal stakeholder IPB sebagai bahan pertimbangan dalam menghasilkan lulusan berkualitas,” ujar Ir. Nandi.
 
Menurutnya, saat ini masa tunggu lulusan IPB di bawah 3 bulan (di atas 60 persen), yang di atas 12 bulan sedikit sekali. “Biasanya ada alasan khusus misalnya melanjutkan studi lagi atau ada beberapa kasus menjadi ibu rumah tangga,” tambahnya.
 
Job Fair ini tidak hanya untuk lulusan IPB tetapi terbuka untuk umum. Ada 33 perusahaan yang berpartisipasi dari berbagai bidang usaha, karena ingin memberikan peluang seluas-luasnya kepada pencari kerja.(zul)